Kamis, 28 November 2019

MATERI AJAR

Hari/Tanggal   : Kamis,  28 November 2019 
Pertemuan ke : 19 

Ujian akhir semester ganjil

PENGAYAAN
Mempelajari materi yang telah diajarkan sebelumnya yaitu: 
1. INDAHNYA SALING G MENGHORMATI 
PADA SURAT AL-KSFIRUN
2. HARI KIAMAT PADA SURAT AL-QORI'AH
3. ZAKAT
4. MENTELADANI NABI MUHAMMAD DAN PARA SAHABAT 
5. ASMAUL HUSNA

Rabu, 27 November 2019

MATERI AJAR

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam 
Hari/Tanggal     : Rabu  27 November 2019 
Pertemusn ke    : 18 ( Kelas VI F ) 

PENGAYAAN

Mempelajari materi yang telah diajarkan sebelumnya yaitu: 
1. INDAHNYA SALING G MENGHORMATI 
PADA SURAT AL-KSFIRUN
2. HARI KIAMAT PADA SURAT AL-QORI'AH
3. ZAKAT
4. MENTELADANI NABI MUHAMMAD DAN PARA SAHABAT 

Selasa, 26 November 2019

MATERI AJAR

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam 
Hari/Tanggal     : Selasa 26 November 2019 
Pertemusn ke    : 18 ( Kelas VI B dan VI C ) 

PENGAYAAN

Mempelajari materi yang telah diajarkan sebelumnya yaitu: 
1. INDAHNYA SALING G MENGHORMATI 
PADA SURAT AL-KSFIRUN
2. HARI KIAMAT PADA SURAT AL-QORI'AH
3. ZAKAT
4. MENTELADANI NABI MUHAMMAD DAN PARA SAHABAT 

Rabu, 20 November 2019

MATERI AJAR


Hari/Tanggal     : Kamis,  21 November 2019
Pertemusn ke    : 17, ( Kelas VI G )

3. Kepedulian Rasulullah saw. terhadap Lingkungan
Kepedulian Rasulullah saw. bukan hanya pada ibadah seperti salat, tetapi beliau pun peduli terhadap lingkungan hidup. Hal itu tercermin pada perilaku beliau antara lain, sebagai berikut.
a. Nabi Muhammad saw. sangat hemat dalam mempergunakan air; itu dibuktikan pada anjuran beliau agar tidak berlebihan dalam pemakaian air dalam berwudu’.
b. Nabi Muhammad saw. mengajarkan agar tidak melakukan kerusakan di muka bumi ini.

4. Nabi Muhammad saw. sebagi Pembawa Rahmat bagi Alam Semesta
Anak-anak, tahukah kalian, Nabi Muhammad saw. diutus oleh Allah Swt. sebagai Rahmatan lil Ălamín atau sebagai pembawa kasih sayang bagi alam semesta ini? Tentunya kalian ingin tahu lebih jauh apa tujuan Nabi Muhammad saw. berdakwah.

Tujuan dakwah Nabi Muhammad saw. adalah untuk mengubah keadaan masyarakat Jahiliyah menjadi masyarakat yang sejahtera berdasarkan agama Tauhid, yaitu agama yang menyakini bahwa Allah Swt. adalah Tuhan Yang Maha Esa. Misi kedamaian dan kesejahteraan hidup tersebut bukan hanya bagi bangsa Arab ketika itu, tetapi juga bagi seluruh alam sampai sekarang dan akhir zaman.
Nabi Muhammad saw. selain mengajak kaumnya untuk mengutamakan kemurnian aqidah dan selalu menyembah Allah Yang Maha Esa. Beliau juga menanamkan akhlak terpuji yang membawa kebaikan manusia hidup di dunia hingga akhirat. Salah satu sifat terpuji yang dapat kita cermati, ketika beliau dan pengikutnya hijrah ke Kota Madinah adalah beliau mampu menanamkan sikap persaudaraan antara kaum pendatang (Muhajirin) dengan kaum An¡ar sehingga mereka saling menolong untuk
menciptakan daerah yang tertib dan aman. Di samping itu, masyarakat berperilaku sopan santun sesuai ajaran Rasulullah saw. Sebagai umat Nabi Muhammad saw., kita harus menjunjung tinggi ajaran beliau, misalnya kita menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih
muda. Kita berperilaku sopan dan bertutur kata santun terhadap orang tua, guru dan masyarakat sekitar. Juga kita menjaga lingkungan kita agar selalu bersih karena ”Kebersihan adalah sebagian dari iman.”Oleh sebab itu, kita tidak membuang sampah di kali atau selokan karena selokan yang penuh sampah akan dangkal, saluran air tidak lancar sehingga di musim hujan, daerah tersebut menjadi banjir. Kita harus peduli terhadap lingkungan sekitar. Untuk kebaikan diri dan orang lain, kita harus selalu berperilaku sesuai ajaran Rasulullah saw.

C. Kepemimpinan Sahabat Rasulullah saw.

1. Kepemimpinan Abu Bakar
Abu Bakar adalah khalifah pertama setelah Nabi Muhammad saw. wafat. Beliau dilahirkan pada tahun 571 M. Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Abi Khuafah at-Taimi. Gelar Abu Bakar diberikan oleh Nabi Muhammad saw. karena ia adalah paling cepat masuk Islam. Gelar a¡-¢idd³q diberikan karena ia selalu membenarkan Nabi Muhammad saw. dalam berbagai peristiwa, terutama membenarkan peristiwa Isra dan Mi’raj.
Abu Bakar memimpin dari tahun 632 M sampai dengan 634 M. Abu Bakar senantiasa meneladani perilaku Nabi Muhammad saw. Dalam menentukan keputusan, beliau selalu mengajak para sahabat untuk bermusyawarah. Beliau sangat memperhatikan rakyatnya. Beliau selalu membantu rakyat yang kekurangan. Pernah suatu ketika datang kepadanya seorang wanita kampung bernama Unaisar dan berkata: ”Hai,Abu Bakar, apakah engkau masih dapat menolong kami memerah susu kambing seperti sebelum menjadi khalifah?” Jawab Abu Bakar: ”Insya Allah aku akan tetap bersedia menolong kamu.” Meskipun Abu Bakar sudah menjadi pemimpin negara, beliau tidak sombong dan masih mau memerah susu untuk rakyatnya di kampung. Untuk kesejahteraan rakyatnya, beliau mendirikan Baitul Mal, yaitu suatu lembaga yang mengurusi kas dan keuangan negara.

2. Kepemimpinan Umar bin Khattab
Umar bin Khattab adalah khalifah kedua setelah Abu Bakar. Umar bin
Khattab mempunyai nama lengkap Umar bin Khattab bin Abdul Uzza. Umar bin Khattab menjadi khalifah sejak tahun 634 M sampai dengan 644 M. Beliau seorang pemberani, jujur, adil, tegas, bijaksana dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Beliau juga seorang pemimpin yang hidup sederhana dan suka bermusyawarah. Misalnya, suatu ketika, Khalifah Umar bin Khattab menyuruh
anaknya untuk mematikan lampu di dalam ruangan (kantor khalifah), karena lampu itu dibiayai oleh negara, sedangkan kedatangan anaknya untuk keperluan pribadi keluarganya. Kalifah Umar bin Khattab tak mau menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan keluarganya, walaupun hanya sebatas cahaya lampu. Pada masa pemerintahannya, Umar bin Khattab dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan bertanggung jawab. Sebagai contoh sikap tanggung jawab yang diperlihatkan Umat bin Khattab, yaitu: pernah suatu saat beliau berkata ketika ia melihat kondisi jalan yang rusak, "Aku akan segera perbaiki jalan itu, sebab aku takut diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt. nanti, hanya karena ada seekor unta yang terjungkal." Masih banyak lagi perilaku teladan yang patut kita contoh dari peribadi Khalifah Umar bin Khattab. Jasa Khalifah Umar bin Khattab yang sampai saat ini kita rasakan adalah penetapan kalender Hijriyah atau penetapan tanggal 1 Muharam sebagai Tahun Baru Hijriyah.

3. Kepemimpinan Usman bin Affan
Khalifah Usman bin Affan memerintah selama dua belas tahun atau dari tahun 644 sampai dengan 656 M. Beliau dikenal sebagai orang kaya dan dermawan. Bukti kedermawanan Usman bin Affan, yaitu pada masa pemerintahan Abu Bakar, beliau pernah memberikan gandum yang diangkut dengan 1.000 unta untuk membantu kaum miskin yang menderita di musim kering. Di masa pemerintahannya, Usman bin Affan melakukan kodifikasi (menyusun atau membukukan) kitab al–Qur±n karena beliau khawatir akan terjadi perbedaan al–Qur'an.

Selasa, 19 November 2019

MATERI AJAR


Hari/Tanggal     : Kamis,  21 November 2019
Pertemusn ke    : 17, ( Kelas VI G )

3. Kepedulian Rasulullah saw. terhadap Lingkungan
Kepedulian Rasulullah saw. bukan hanya pada ibadah seperti salat, tetapi beliau pun peduli terhadap lingkungan hidup. Hal itu tercermin pada perilaku beliau antara lain, sebagai berikut.
a. Nabi Muhammad saw. sangat hemat dalam mempergunakan air; itu dibuktikan pada anjuran beliau agar tidak berlebihan dalam pemakaian air dalam berwudu’.
b. Nabi Muhammad saw. mengajarkan agar tidak melakukan kerusakan di muka bumi ini.

4. Nabi Muhammad saw. sebagi Pembawa Rahmat bagi Alam Semesta
Anak-anak, tahukah kalian, Nabi Muhammad saw. diutus oleh Allah Swt. sebagai Rahmatan lil Ălamín atau sebagai pembawa kasih sayang bagi alam semesta ini? Tentunya kalian ingin tahu lebih jauh apa tujuan Nabi Muhammad saw. berdakwah.

Tujuan dakwah Nabi Muhammad saw. adalah untuk mengubah keadaan masyarakat Jahiliyah menjadi masyarakat yang sejahtera berdasarkan agama Tauhid, yaitu agama yang menyakini bahwa Allah Swt. adalah Tuhan Yang Maha Esa. Misi kedamaian dan kesejahteraan hidup tersebut bukan hanya bagi bangsa Arab ketika itu, tetapi juga bagi seluruh alam sampai sekarang dan akhir zaman.
Nabi Muhammad saw. selain mengajak kaumnya untuk mengutamakan kemurnian aqidah dan selalu menyembah Allah Yang Maha Esa. Beliau juga menanamkan akhlak terpuji yang membawa kebaikan manusia hidup di dunia hingga akhirat. Salah satu sifat terpuji yang dapat kita cermati, ketika beliau dan pengikutnya hijrah ke Kota Madinah adalah beliau mampu menanamkan sikap persaudaraan antara kaum pendatang (Muhajirin) dengan kaum An¡ar sehingga mereka saling menolong untuk
menciptakan daerah yang tertib dan aman. Di samping itu, masyarakat berperilaku sopan santun sesuai ajaran Rasulullah saw. Sebagai umat Nabi Muhammad saw., kita harus menjunjung tinggi ajaran beliau, misalnya kita menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih
muda. Kita berperilaku sopan dan bertutur kata santun terhadap orang tua, guru dan masyarakat sekitar. Juga kita menjaga lingkungan kita agar selalu bersih karena ”Kebersihan adalah sebagian dari iman.”Oleh sebab itu, kita tidak membuang sampah di kali atau selokan karena selokan yang penuh sampah akan dangkal, saluran air tidak lancar sehingga di musim hujan, daerah tersebut menjadi banjir. Kita harus peduli terhadap lingkungan sekitar. Untuk kebaikan diri dan orang lain, kita harus selalu berperilaku sesuai ajaran Rasulullah saw.

C. Kepemimpinan Sahabat Rasulullah saw.

1. Kepemimpinan Abu Bakar
Abu Bakar adalah khalifah pertama setelah Nabi Muhammad saw. wafat. Beliau dilahirkan pada tahun 571 M. Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Abi Khuafah at-Taimi. Gelar Abu Bakar diberikan oleh Nabi Muhammad saw. karena ia adalah paling cepat masuk Islam. Gelar a¡-¢idd³q diberikan karena ia selalu membenarkan Nabi Muhammad saw. dalam berbagai peristiwa, terutama membenarkan peristiwa Isra dan Mi’raj.
Abu Bakar memimpin dari tahun 632 M sampai dengan 634 M. Abu Bakar senantiasa meneladani perilaku Nabi Muhammad saw. Dalam menentukan keputusan, beliau selalu mengajak para sahabat untuk bermusyawarah. Beliau sangat memperhatikan rakyatnya. Beliau selalu membantu rakyat yang kekurangan. Pernah suatu ketika datang kepadanya seorang wanita kampung bernama Unaisar dan berkata: ”Hai,Abu Bakar, apakah engkau masih dapat menolong kami memerah susu kambing seperti sebelum menjadi khalifah?” Jawab Abu Bakar: ”Insya Allah aku akan tetap bersedia menolong kamu.” Meskipun Abu Bakar sudah menjadi pemimpin negara, beliau tidak sombong dan masih mau memerah susu untuk rakyatnya di kampung. Untuk kesejahteraan rakyatnya, beliau mendirikan Baitul Mal, yaitu suatu lembaga yang mengurusi kas dan keuangan negara.

2. Kepemimpinan Umar bin Khattab
Umar bin Khattab adalah khalifah kedua setelah Abu Bakar. Umar bin
Khattab mempunyai nama lengkap Umar bin Khattab bin Abdul Uzza. Umar bin Khattab menjadi khalifah sejak tahun 634 M sampai dengan 644 M. Beliau seorang pemberani, jujur, adil, tegas, bijaksana dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Beliau juga seorang pemimpin yang hidup sederhana dan suka bermusyawarah. Misalnya, suatu ketika, Khalifah Umar bin Khattab menyuruh
anaknya untuk mematikan lampu di dalam ruangan (kantor khalifah), karena lampu itu dibiayai oleh negara, sedangkan kedatangan anaknya untuk keperluan pribadi keluarganya. Kalifah Umar bin Khattab tak mau menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi dan keluarganya, walaupun hanya sebatas cahaya lampu. Pada masa pemerintahannya, Umar bin Khattab dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan bertanggung jawab. Sebagai contoh sikap tanggung jawab yang diperlihatkan Umat bin Khattab, yaitu: pernah suatu saat beliau berkata ketika ia melihat kondisi jalan yang rusak, "Aku akan segera perbaiki jalan itu, sebab aku takut diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt. nanti, hanya karena ada seekor unta yang terjungkal." Masih banyak lagi perilaku teladan yang patut kita contoh dari peribadi Khalifah Umar bin Khattab. Jasa Khalifah Umar bin Khattab yang sampai saat ini kita rasakan adalah penetapan kalender Hijriyah atau penetapan tanggal 1 Muharam sebagai Tahun Baru Hijriyah.

3. Kepemimpinan Usman bin Affan
Khalifah Usman bin Affan memerintah selama dua belas tahun atau dari tahun 644 sampai dengan 656 M. Beliau dikenal sebagai orang kaya dan dermawan. Bukti kedermawanan Usman bin Affan, yaitu pada masa pemerintahan Abu Bakar, beliau pernah memberikan gandum yang diangkut dengan 1.000 unta untuk membantu kaum miskin yang menderita di musim kering. Di masa pemerintahannya, Usman bin Affan melakukan kodifikasi (menyusun atau membukukan) kitab al–Qur±n karena beliau khawatir akan terjadi perbedaan al–Qur'an.

MATERI AJAR

Hari/Tanggal     : Selasa,  19 November 2019
Pertemusn ke    : 17, ( Kelas VI C dan VI D )
3. Kepedulian Rasulullah saw. terhadap
Lingkungan
Kepedulian Rasulullah saw. bukan hanya pada
ibadah seperti salat, tetapi beliau pun peduli
terhadap lingkungan hidup. Hal itu tercermin pada
perilaku beliau antara lain, sebagai berikut.
a. Nabi Muhammad saw. sangat hemat dalam
mempergunakan air; itu dibuktikan pada anjuran
beliau agar tidak berlebihan dalam pemakaian
air dalam berwudu’.
b. Nabi Muhammad saw. mengajarkan agar tidak
melakukan kerusakan di muka bumi ini.
4. Nabi Muhammad saw. sebagi Pembawa Rahmat bagi Alam Semesta
Anak-anak, tahukah kalian, Nabi Muhammad saw. diutus oleh Allah Swt. sebagai
Rahmatan lil Ălamín atau sebagai pembawa kasih sayang bagi alam semesta ini?
Tentunya kalian ingin tahu lebih jauh apa tujuan Nabi Muhammad saw. berdakwah.

Tujuan dakwah Nabi Muhammad saw. adalah untuk mengubah keadaan
masyarakat Jahiliyah menjadi masyarakat yang sejahtera berdasarkan agama Tauhid,
yaitu agama yang menyakini bahwa Allah Swt. adalah Tuhan Yang Maha Esa. Misi
kedamaian dan kesejahteraan hidup tersebut bukan hanya bagi bangsa Arab ketika
itu, tetapi juga bagi seluruh alam sampai sekarang dan akhir zaman.
Nabi Muhammad saw. selain mengajak kaumnya untuk mengutamakan kemurnian
aqidah dan selalu menyembah Allah Yang Maha Esa. Beliau juga menanamkan akhlak
terpuji yang membawa kebaikan manusia hidup di dunia hingga akhirat. Salah satu
sifat terpuji yang dapat kita cermati, ketika beliau dan pengikutnya hijrah ke Kota
Madinah adalah beliau mampu menanamkan sikap persaudaraan antara kaum
pendatang (Muhajirin) dengan kaum An¡ar sehingga mereka saling menolong untuk
menciptakan daerah yang tertib dan aman. Di samping itu, masyarakat berperilaku
sopan santun sesuai ajaran Rasulullah saw.
Sebagai umat Nabi Muhammad saw., kita harus menjunjung tinggi ajaran beliau,
misalnya kita menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih
muda. Kita berperilaku sopan dan bertutur kata santun terhadap orang tua, guru
dan masyarakat sekitar. Juga kita menjaga lingkungan kita agar selalu bersih karena
”Kebersihan adalah sebagian dari iman.”
Oleh sebab itu, kita tidak membuang sampah di kali atau selokan karena selokan
yang penuh sampah akan dangkal, saluran air tidak lancar sehingga di musim hujan,
daerah tersebut menjadi banjir. Kita harus peduli terhadap lingkungan sekitar. Untuk
kebaikan diri dan orang lain, kita harus selalu berperilaku sesuai ajaran Rasulullah saw.
Sikap Kebiasaan
Insya Allah aku dapat berperilaku jujur, peduli dan
bertanggung jawab terhadap diriku, keluargaku,
teman-temanku dan lingkungan hidup.
C. Kepemimpinan Sahabat Rasulullah saw.
1. Kepemimpinan Abu Bakar
Abu Bakar adalah khalifah pertama setelah Nabi Muhammad saw. wafat. Beliau
dilahirkan pada tahun 571 M. Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Abi Khuafah
at-Taimi. Gelar Abu Bakar diberikan oleh Nabi Muhammad saw. karena ia adalah
paling cepat masuk Islam. Gelar a¡-¢idd³q diberikan karena ia selalu membenarkan
Nabi Muhammad saw. dalam berbagai peristiwa, terutama membenarkan peristiwa
Isra dan Mi’raj.
Abu Bakar memimpin dari tahun 632 M sampai dengan 634 M. Abu Bakar senantiasa
meneladani perilaku Nabi Muhammad saw. Dalam menentukan keputusan, beliau
selalu mengajak para sahabat untuk bermusyawarah. Beliau sangat memperhatikan
rakyatnya. Beliau selalu membantu rakyat yang kekurangan. Pernah suatu ketika
datang kepadanya seorang wanita kampung bernama Unaisar dan berkata: ”Hai,Abu Bakar, apakah engkau masih dapat
menolong kami memerah susu kambing
seperti sebelum menjadi khalifah?” Jawab
Abu Bakar: ”Insya Allah aku akan tetap
bersedia menolong kamu.” Meskipun
Abu Bakar sudah menjadi pemimpin
negara, beliau tidak sombong dan masih
mau memerah susu untuk rakyatnya di
kampung.
Untuk kesejahteraan rakyatnya, beliau
mendirikan Baitul Mal, yaitu suatu lembaga
yang mengurusi kas dan keuangan negara.
2. Kepemimpinan Umar bin Khattab
Umar bin Khattab adalah khalifah
kedua setelah Abu Bakar. Umar bin
Khattab mempunyai nama lengkap Umar
bin Khattab bin Abdul Uzza. Umar bin Khattab menjadi khalifah sejak tahun 634 M
sampai dengan 644 M.
Beliau seorang pemberani, jujur, adil, tegas, bijaksana dan bertanggung jawab
terhadap rakyatnya. Beliau juga seorang pemimpin yang hidup sederhana dan
suka bermusyawarah. Misalnya, suatu ketika, Khalifah Umar bin Khattab menyuruh
anaknya untuk mematikan lampu di dalam ruangan (kantor khalifah), karena lampu
itu dibiayai oleh negara, sedangkan kedatangan anaknya untuk keperluan pribadi
keluarganya. Kalifah Umar bin Khattab tak mau menggunakan fasilitas negara untuk
kepentingan pribadi dan keluarganya, walaupun hanya sebatas cahaya lampu.
Pada masa pemerintahannya, Umar bin Khattab dikenal sebagai pribadi yang
sederhana dan bertanggung jawab. Sebagai contoh sikap tanggung jawab yang
diperlihatkan Umat bin Khattab, yaitu: pernah suatu saat beliau berkata ketika ia
melihat kondisi jalan yang rusak, "Aku akan segera perbaiki jalan itu, sebab aku takut
diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt. nanti, hanya karena ada seekor
unta yang terjungkal." Masih banyak lagi perilaku teladan yang patut kita contoh dari
peribadi Khalifah Umar bin Khattab.
Jasa Khalifah Umar bin Khattab yang sampai saat ini kita rasakan adalah penetapan
kalender Hijriyah atau penetapan tanggal 1 Muharam sebagai Tahun Baru Hijriyah.
3. Kepemimpinan Usman bin Affan
Khalifah Usman bin Affan memerintah selama dua belas tahun atau dari tahun
644 sampai dengan 656 M. Beliau dikenal sebagai orang kaya dan dermawan. Bukti
kedermawanan Usman bin Affan, yaitu pada masa pemerintahan Abu Bakar, beliau
pernah memberikan gandum yang diangkut dengan 1.000 unta untuk membantu
kaum miskin yang menderita di musim kering.
Di masa pemerintahannya, Usman bin Affan melakukan kodifikasi (menyusun
atau membukukan) kitab al–Qur±n karena beliau khawatir akan terjadi perbedaan
al–Qur±n. Kemudian, beliau membentuk panitia penyusunan al–Qur±n yang diketuai
oleh

Jumat, 15 November 2019

MATERI AJAR

Hari/Tanggal     : Jum'at,  15 November 2019
Pertemusn ke    : 17, ( Kelas VI F dan VI G )



Image result for kasih sayang nabi muhammad kepada anak yatimB. Kejujuran dan Kasih Sayang Rasulullah saw.
1. Nabi Muhammad saw. ”al-Amin ”

Kalian tentunya sudah mempelajari kisah
dua puluh lima nabi. Nabi Muhammad saw.
pasti disebut sebagai nabi kedua puluh lima
atau nabi terakhir. Nabi Muhammad saw.
sejak kecil sudah menjadi yatim piatu. Oleh
sebab itu, beliau sangat mencintai anak yatim
dan menganjurkan umatnya untuk merawat,
mendidik, dan mencintai anak yatim.
Di samping itu, Nabi Muhammad saw. terkenal sangat jujur. Sikap jujur tersebut sudah
diperlihatkan sebelum beliau diangkat menjadi rasul. Pada usia remaja, beliau diminta bantuan
oleh pamannya untuk membawa barang dagangan Siti Khadijah binti Khuwailid yang kaya dan dihormati di Kota Mekah. Pada usia tiga puluh lima tahun, Nabi Muhammad saw. bersama-sama dengan orang-orang Quraisy diminta untuk memperbaiki Ka’bah. Ketika pembangunan sudah sampai ke bagian Hajar Aswad, bangsa Quraisy berselisih tentang siapa yang mendapatkan kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya semula. Pada akhirnya, mereka sepakat menunjuk Muhammad saw. sebagai orang yang tepat untuk melakukan hal tersebut. Rasulullah pun kemudian menyarankan suatu jalan keluar yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh mereka. Beliau mengambil selembar selendang, kemudian Hajar Aswad itu diletakkan di tengah-tengan selendang tersebut. Beliau lalu meminta seluruh pemuka kabilah yang berselisih untuk memegang ujung-ujung selendang itu.Mereka kemudian mengangkat Hajar Aswad itu bersama-sama. Setelah mendekati tempatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam-lah yang kemudian meletakkan Hajar Aswad tersebut.
Ini merupakan jalan keluar yang terbaik. Seluruh kabilah setuju dan meridhai
jalan keluar ini. Mereka pun tidak jadi saling menumpahkan darah. Sejak saat itu,
beliau dikenal di antara kaumnya dengan sifat-sifat yang terpuji. Para sahabat dan
pengikutnya sangat menghormati dan mencintai beliau sehingga beliau diberi gelar
”al-Am³n”, artinya orang yang dapat dipercaya.

2. Kasih Sayang Rasulullah saw. terhadap Anak, Keluarga, Orang Tua, dan
Masyarakat

penduduk Mekah tidak menghargai anak
perempuan. Namun, Nabi Muhammad saw.
justru menggendong putrinya Fatimah yang
masih balita sambil ¯awaf – mengelilingi
Ka’bah.
Begitu pula setelah Fatimah dewasa dan
dikaruniai anak; Rasulullah saw. menyayangi
cucunya yang bernama Hasan dan Husein.
Sebagaimana dikisahkan dalam hadiś beliau
yang artinya berikut ini.
”Nabi Muhammad saw. mencium cucunya
Hasan bin Ali r.a., sedangkan di dekat beliau ada
Aqra’ bin Hābis. Aqra’ berkata: ”Aku mempunyai
sepuluh anak, tetapi aku tidak pernah mencium
seorang pun di antara mereka.” Mendengar
hal itu, Rasulullah saw. memandang Aqra’ lalu
bersabda: "Barangsiapa tidak mau berbelas kasih, maka ia tidak akan mendapatkan
belas kasih.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).
Selain hadi£ di atas hadi£ Rasulullah saw., mengajarkan pula untuk hormat kepada
orang tua seperti dalam hadis yang artinya berikut ini.
”Aku (Ibnu Mas’ud) pernah bertanya kepada Nabi saw. ... ”Amal apakah yang
paling disukai oleh Allah Swt.?” Nabi saw. bersabda: ”Mengerjakan salat tepat pada
waktunya.” Aku bertanya lagi: ”Kemudian apa?” Nabi saw. menjawab: ”Berbaktilah
kepada kedua orang tua.” Aku kembali bertanya: ”Lalu apa lagi?” Nabi saw. menjawab:
”Jihad f³ sab³lill±h.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).
Rasulullah saw. tidak pernah menyakiti hati orang lain. Hal itu dapat dibuktikan
dalam hadiś beliau yang artinya: ” Barangsiapa yang beriman kepada Allah Swt. dan
Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (H.R. al-Bukhari dan
Muslim).

Kamis, 14 November 2019

MATERI AJAR

Hari/Tanggal     : Kamis,  14 November 2019
Pertemusn ke    : 17, ( Kelas VI G )



Image result for kasih sayang nabi muhammad kepada anak yatimB. Kejujuran dan Kasih Sayang Rasulullah saw.
1. Nabi Muhammad saw. ”al-Amin ”

Kalian tentunya sudah mempelajari kisah
dua puluh lima nabi. Nabi Muhammad saw.
pasti disebut sebagai nabi kedua puluh lima
atau nabi terakhir. Nabi Muhammad saw.
sejak kecil sudah menjadi yatim piatu. Oleh
sebab itu, beliau sangat mencintai anak yatim
dan menganjurkan umatnya untuk merawat,
mendidik, dan mencintai anak yatim.
Di samping itu, Nabi Muhammad saw. terkenal sangat jujur. Sikap jujur tersebut sudah
diperlihatkan sebelum beliau diangkat menjadi rasul. Pada usia remaja, beliau diminta bantuan
oleh pamannya untuk membawa barang dagangan Siti Khadijah binti Khuwailid yang kaya dan dihormati di Kota Mekah. Pada usia tiga puluh lima tahun, Nabi Muhammad saw. bersama-sama dengan orang-orang Quraisy diminta untuk memperbaiki Ka’bah. Ketika pembangunan sudah sampai ke bagian Hajar Aswad, bangsa Quraisy berselisih tentang siapa yang mendapatkan kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya semula. Pada akhirnya, mereka sepakat menunjuk Muhammad saw. sebagai orang yang tepat untuk melakukan hal tersebut. Rasulullah pun kemudian menyarankan suatu jalan keluar yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh mereka. Beliau mengambil selembar selendang, kemudian Hajar Aswad itu diletakkan di tengah-tengan selendang tersebut. Beliau lalu meminta seluruh pemuka kabilah yang berselisih untuk memegang ujung-ujung selendang itu.Mereka kemudian mengangkat Hajar Aswad itu bersama-sama. Setelah mendekati tempatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam-lah yang kemudian meletakkan Hajar Aswad tersebut.
Ini merupakan jalan keluar yang terbaik. Seluruh kabilah setuju dan meridhai
jalan keluar ini. Mereka pun tidak jadi saling menumpahkan darah. Sejak saat itu,
beliau dikenal di antara kaumnya dengan sifat-sifat yang terpuji. Para sahabat dan
pengikutnya sangat menghormati dan mencintai beliau sehingga beliau diberi gelar
”al-Am³n”, artinya orang yang dapat dipercaya.

2. Kasih Sayang Rasulullah saw. terhadap Anak, Keluarga, Orang Tua, dan
Masyarakat

penduduk Mekah tidak menghargai anak
perempuan. Namun, Nabi Muhammad saw.
justru menggendong putrinya Fatimah yang
masih balita sambil ¯awaf – mengelilingi
Ka’bah.
Begitu pula setelah Fatimah dewasa dan
dikaruniai anak; Rasulullah saw. menyayangi
cucunya yang bernama Hasan dan Husein.
Sebagaimana dikisahkan dalam hadiś beliau
yang artinya berikut ini.
”Nabi Muhammad saw. mencium cucunya
Hasan bin Ali r.a., sedangkan di dekat beliau ada
Aqra’ bin Hābis. Aqra’ berkata: ”Aku mempunyai
sepuluh anak, tetapi aku tidak pernah mencium
seorang pun di antara mereka.” Mendengar
hal itu, Rasulullah saw. memandang Aqra’ lalu
bersabda: "Barangsiapa tidak mau berbelas kasih, maka ia tidak akan mendapatkan
belas kasih.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).
Selain hadi£ di atas hadi£ Rasulullah saw., mengajarkan pula untuk hormat kepada
orang tua seperti dalam hadis yang artinya berikut ini.
”Aku (Ibnu Mas’ud) pernah bertanya kepada Nabi saw. ... ”Amal apakah yang
paling disukai oleh Allah Swt.?” Nabi saw. bersabda: ”Mengerjakan salat tepat pada
waktunya.” Aku bertanya lagi: ”Kemudian apa?” Nabi saw. menjawab: ”Berbaktilah
kepada kedua orang tua.” Aku kembali bertanya: ”Lalu apa lagi?” Nabi saw. menjawab:
”Jihad f³ sab³lill±h.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).
Rasulullah saw. tidak pernah menyakiti hati orang lain. Hal itu dapat dibuktikan
dalam hadiś beliau yang artinya: ” Barangsiapa yang beriman kepada Allah Swt. dan
Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (H.R. al-Bukhari dan
Muslim).

Selasa, 12 November 2019

MATERI AJAR

Hari/Tanggal     : Selasa,  12 November 2019
Pertemusn ke    : 17, ( Kelas VI C,dan VI D)



Image result for kasih sayang nabi muhammad kepada anak yatimB. Kejujuran dan Kasih Sayang Rasulullah saw.
1. Nabi Muhammad saw. ”al-Amin ”

Kalian tentunya sudah mempelajari kisah
dua puluh lima nabi. Nabi Muhammad saw.
pasti disebut sebagai nabi kedua puluh lima
atau nabi terakhir. Nabi Muhammad saw.
sejak kecil sudah menjadi yatim piatu. Oleh
sebab itu, beliau sangat mencintai anak yatim
dan menganjurkan umatnya untuk merawat,
mendidik, dan mencintai anak yatim.
Di samping itu, Nabi Muhammad saw. terkenal sangat jujur. Sikap jujur tersebut sudah
diperlihatkan sebelum beliau diangkat menjadi rasul. Pada usia remaja, beliau diminta bantuan
oleh pamannya untuk membawa barang dagangan Siti Khadijah binti Khuwailid yang kaya dan dihormati di Kota Mekah. Pada usia tiga puluh lima tahun, Nabi Muhammad saw. bersama-sama dengan orang-orang Quraisy diminta untuk memperbaiki Ka’bah. Ketika pembangunan sudah sampai ke bagian Hajar Aswad, bangsa Quraisy berselisih tentang siapa yang mendapatkan kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya semula. Pada akhirnya, mereka sepakat menunjuk Muhammad saw. sebagai orang yang tepat untuk melakukan hal tersebut. Rasulullah pun kemudian menyarankan suatu jalan keluar yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh mereka. Beliau mengambil selembar selendang, kemudian Hajar Aswad itu diletakkan di tengah-tengan selendang tersebut. Beliau lalu meminta seluruh pemuka kabilah yang berselisih untuk memegang ujung-ujung selendang itu.Mereka kemudian mengangkat Hajar Aswad itu bersama-sama. Setelah mendekati tempatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam-lah yang kemudian meletakkan Hajar Aswad tersebut.
Ini merupakan jalan keluar yang terbaik. Seluruh kabilah setuju dan meridhai
jalan keluar ini. Mereka pun tidak jadi saling menumpahkan darah. Sejak saat itu,
beliau dikenal di antara kaumnya dengan sifat-sifat yang terpuji. Para sahabat dan
pengikutnya sangat menghormati dan mencintai beliau sehingga beliau diberi gelar
”al-Am³n”, artinya orang yang dapat dipercaya.

2. Kasih Sayang Rasulullah saw. terhadap Anak, Keluarga, Orang Tua, dan
Masyarakat

penduduk Mekah tidak menghargai anak
perempuan. Namun, Nabi Muhammad saw.
justru menggendong putrinya Fatimah yang
masih balita sambil ¯awaf – mengelilingi
Ka’bah.
Begitu pula setelah Fatimah dewasa dan
dikaruniai anak; Rasulullah saw. menyayangi
cucunya yang bernama Hasan dan Husein.
Sebagaimana dikisahkan dalam hadiś beliau
yang artinya berikut ini.
”Nabi Muhammad saw. mencium cucunya
Hasan bin Ali r.a., sedangkan di dekat beliau ada
Aqra’ bin Hābis. Aqra’ berkata: ”Aku mempunyai
sepuluh anak, tetapi aku tidak pernah mencium
seorang pun di antara mereka.” Mendengar
hal itu, Rasulullah saw. memandang Aqra’ lalu
bersabda: "Barangsiapa tidak mau berbelas kasih, maka ia tidak akan mendapatkan
belas kasih.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).
Selain hadi£ di atas hadi£ Rasulullah saw., mengajarkan pula untuk hormat kepada
orang tua seperti dalam hadis yang artinya berikut ini.
”Aku (Ibnu Mas’ud) pernah bertanya kepada Nabi saw. ... ”Amal apakah yang
paling disukai oleh Allah Swt.?” Nabi saw. bersabda: ”Mengerjakan salat tepat pada
waktunya.” Aku bertanya lagi: ”Kemudian apa?” Nabi saw. menjawab: ”Berbaktilah
kepada kedua orang tua.” Aku kembali bertanya: ”Lalu apa lagi?” Nabi saw. menjawab:
”Jihad f³ sab³lill±h.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).
Rasulullah saw. tidak pernah menyakiti hati orang lain. Hal itu dapat dibuktikan
dalam hadiś beliau yang artinya: ” Barangsiapa yang beriman kepada Allah Swt. dan
Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (H.R. al-Bukhari dan
Muslim).

Senin, 11 November 2019

MATERI AJAR

Hari/Tanggal     : Senin, 11 November 2019
Pertemusn ke    : 17, ( Kelas VI A,VI B dan VI E )



Image result for kasih sayang nabi muhammad kepada anak yatimB. Kejujuran dan Kasih Sayang Rasulullah saw.
1. Nabi Muhammad saw. ”al-Amin ”

Kalian tentunya sudah mempelajari kisah
dua puluh lima nabi. Nabi Muhammad saw.
pasti disebut sebagai nabi kedua puluh lima
atau nabi terakhir. Nabi Muhammad saw.
sejak kecil sudah menjadi yatim piatu. Oleh
sebab itu, beliau sangat mencintai anak yatim
dan menganjurkan umatnya untuk merawat,
mendidik, dan mencintai anak yatim.
Di samping itu, Nabi Muhammad saw. terkenal sangat jujur. Sikap jujur tersebut sudah
diperlihatkan sebelum beliau diangkat menjadi rasul. Pada usia remaja, beliau diminta bantuan
oleh pamannya untuk membawa barang dagangan Siti Khadijah binti Khuwailid yang kaya dan dihormati di Kota Mekah. Pada usia tiga puluh lima tahun, Nabi Muhammad saw. bersama-sama dengan orang-orang Quraisy diminta untuk memperbaiki Ka’bah. Ketika pembangunan sudah sampai ke bagian Hajar Aswad, bangsa Quraisy berselisih tentang siapa yang mendapatkan kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya semula. Pada akhirnya, mereka sepakat menunjuk Muhammad saw. sebagai orang yang tepat untuk melakukan hal tersebut. Rasulullah pun kemudian menyarankan suatu jalan keluar yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh mereka. Beliau mengambil selembar selendang, kemudian Hajar Aswad itu diletakkan di tengah-tengan selendang tersebut. Beliau lalu meminta seluruh pemuka kabilah yang berselisih untuk memegang ujung-ujung selendang itu.Mereka kemudian mengangkat Hajar Aswad itu bersama-sama. Setelah mendekati tempatnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam-lah yang kemudian meletakkan Hajar Aswad tersebut.
Ini merupakan jalan keluar yang terbaik. Seluruh kabilah setuju dan meridhai
jalan keluar ini. Mereka pun tidak jadi saling menumpahkan darah. Sejak saat itu,
beliau dikenal di antara kaumnya dengan sifat-sifat yang terpuji. Para sahabat dan
pengikutnya sangat menghormati dan mencintai beliau sehingga beliau diberi gelar
”al-Am³n”, artinya orang yang dapat dipercaya.

2. Kasih Sayang Rasulullah saw. terhadap Anak, Keluarga, Orang Tua, dan
Masyarakat

penduduk Mekah tidak menghargai anak
perempuan. Namun, Nabi Muhammad saw.
justru menggendong putrinya Fatimah yang
masih balita sambil ¯awaf – mengelilingi
Ka’bah.
Begitu pula setelah Fatimah dewasa dan
dikaruniai anak; Rasulullah saw. menyayangi
cucunya yang bernama Hasan dan Husein.
Sebagaimana dikisahkan dalam hadiś beliau
yang artinya berikut ini.
”Nabi Muhammad saw. mencium cucunya
Hasan bin Ali r.a., sedangkan di dekat beliau ada
Aqra’ bin Hābis. Aqra’ berkata: ”Aku mempunyai
sepuluh anak, tetapi aku tidak pernah mencium
seorang pun di antara mereka.” Mendengar
hal itu, Rasulullah saw. memandang Aqra’ lalu
bersabda: "Barangsiapa tidak mau berbelas kasih, maka ia tidak akan mendapatkan
belas kasih.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).
Selain hadi£ di atas hadi£ Rasulullah saw., mengajarkan pula untuk hormat kepada
orang tua seperti dalam hadis yang artinya berikut ini.
”Aku (Ibnu Mas’ud) pernah bertanya kepada Nabi saw. ... ”Amal apakah yang
paling disukai oleh Allah Swt.?” Nabi saw. bersabda: ”Mengerjakan salat tepat pada
waktunya.” Aku bertanya lagi: ”Kemudian apa?” Nabi saw. menjawab: ”Berbaktilah
kepada kedua orang tua.” Aku kembali bertanya: ”Lalu apa lagi?” Nabi saw. menjawab:
”Jihad f³ sab³lill±h.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).
Rasulullah saw. tidak pernah menyakiti hati orang lain. Hal itu dapat dibuktikan
dalam hadiś beliau yang artinya: ” Barangsiapa yang beriman kepada Allah Swt. dan
Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (H.R. al-Bukhari dan
Muslim).

Jumat, 08 November 2019

MATERI AJAR

Hari/Tanggal     : Jum'at, 8 November 2019
Pertemusn ke    : 16, ( Kelas VI F dan VI G)




ULANGAN HARIAN IV


3.7 Memahami hikmah zakat, infaq, dan sedekah sebagai implementasi rukun Islam

Yang harus dipahami siswa;
1. Pengertian zakat menurut bahasa dan menurut istilah
2. Macam- macam Zakat
3. Orang-orang yang berhak menerima zakat
4. Hikmah membayar zakat

Kamis, 07 November 2019

MATERI AJAR

Hari/Tanggal     : Kamis, 7 November 2019
Pertemusn ke    : 16, ( Kelas VI F )




ULANGAN HARIAN IV


3.7 Memahami hikmah zakat, infaq, dan sedekah sebagai implementasi rukun Islam

Yang harus dipahami siswa;
1. Pengertian zakat menurut bahasa dan menurut istilah
2. Macam- macam Zakat
3. Orang-orang yang berhak menerima zakat
4. Hikmah membayar zakat

Rabu, 06 November 2019

Materi AJAR

Hari/Tanggal     : Rabu, 6 November 2019
Pertemusn ke    : 16, ( Kelas VI F )




ULANGAN HARIAN IV


3.7 Memahami hikmah zakat, infaq, dan sedekah sebagai implementasi rukun Islam

Yang harus dipahami siswa;
1. Pengertian zakat menurut bahasa dan menurut istilah
2. Macam- macam Zakat
3. Orang-orang yang berhak menerima zakat
4. Hikmah membayar zakat

Senin, 04 November 2019

MATERI AJAR

Hari/Tanggal     : Selasa, 5 November 2019
Pertemusn ke    : 16, ( Kelas VI C dan VI D )




ULANGAN HARIAN IV


3.7 Memahami hikmah zakat, infaq, dan sedekah sebagai implementasi rukun Islam

Yang harus dipahami siswa;
1. Pengertian zakat menurut bahasa dan menurut istilah
2. Macam- macam Zakat
3. Orang-orang yang berhak menerima zakat
4. Hikmah membayar zakat

Minggu, 03 November 2019

MATERI AJAR


Hari/Tanggal     : Senin, 4 November 2019
Pertemusn ke    : 16, ( Kelas VI A, VIB dan VI E )




ULANGAN HARIAN IV


3.7 Memahami hikmah zakat, infaq, dan sedekah sebagai implementasi rukun Islam

Yang harus dipahami siswa;
1. Pengertian zakat menurut bahasa dan menurut istilah
2. Macam- macam Zakat
3. Orang-orang yang berhak menerima zakat
4. Hikmah membayar zakat