Senin, 30 Maret 2020

MATERI AJAR


Kisi-Kisi Try Out, Kamis 31 Maret 2020

Hari/Tanggal : Selasa, 31 Maret 2020
Mata Pelajaran : Matematika



 SOAL MATEMATIKA KELAS 6

A. Pilihan Ganda Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Hasil dari 3.444 – 322 + 2.120 adalah . . . .  
A. 202 
B. 3.122 
C. 5.242 
D. 6.646

2. Paman Andi akan menjual 36 butir kelereng. Ia membagi kelereng tersebut sama banyak ke dalam 9 kantong. Jika setiap butir kelereng dijual seharga Rp500,00, uang yang akan diperoleh Paman Andi dari setiap kantong kelereng yang dijual adalah . . . . 
A. Rp18.000,00 
B. Rp4.500,00 
C. Rp2.000,00 
D Rp1.500,00

3. Suhu sepotong daging sapi di dalam sebuah ruangan pendingin adalah –15° C. Saat dikeluarkan dari ruangan pendingin, suhu daging tersebut naik 2° C setiap 4 menit. Setelah 16 menit dikeluarkan dari ruangan pendingin, suhu daging tersebut menjadi . . . . 
A. 5° C 
B. 1° C 
C. –5° C 
D. –7° C

4. Hasil dari 82 + 122 adalah . . . . 
A. 40 
C. 208 
B. 144 
D. 400


5. Radio A memutarkan lagu setiap 20 menit, radio B setiap 15 menit, dan radio C setiap 12 menit. Jika pada pukul 06.25 ketiga radio memutarkan lagu bersama-sama untuk yang kedua kalinya, ketiga radio tersebut memutarkan lagu pertama kali bersama-sama pada pukul . . . . 
A. 05.25 
B. 05.45 
C. 06.55 
D. 07.25

6. Pak Roni memanen 63 buah durian, 98 buah pepaya, dan 84 buah jeruk. Pak Roni membagikan ketiga hasil panen tersebut kepada tetangganya sama banyak. Banyak buah durian yang diterima setiap tetangga Pak Roni adalah . . . . 
A. 7 buah 
B. 9 buah 
C. 12 buah 
D. 14 buah 

7. Ibu berbelanja bawang merah sebanyak 1,25 kg, cabai ​ 1/2 
  kg lebih ringan dari bawang merah, dan bawang putih 1​ 1/4 
  kg2 lebih berat dari cabai. Pernyataan berikut yang benar adalah . . . 
A. Cabai lebih berat dari bawang merah. 
B Bawang putih lebih ringan dari cabai. 
C. Bawang putih lebih berat dari bawang merah. 
D. Bawang merah lebih berat dari bawang putih.

8. Perbandingan panjang ular sanca dan ular piton adalah 4 : 5. 
Jika panjang ular sanca 3,2 m, panjang ular piton adalah . . . . 
A. 0,8 m 
B. 1,2 m 
C. 2 m 
D. 4 m 

9. 2 gros – (125 buah + 8 lusin) = . . . . 
A. 67 buah 
B. 96 buah 
C. 163 buah 
D. 259 buah

10. Seorang pedagang awalnya memiliki dua jenis beras, yaitu  beras A sebanyak 1,5 kuintal dan beras B sebanyak 2 ton. Jika sebanyak 1,4 kuintal beras laku terjual dan 50 kg sudah tidak layak jual, sisa beras yang layak jual adalah . . . . 
A. 1.860 kg 
B. 1.960 kg 
C. 2.060 kg 
D. 2.160 kg

Minggu, 29 Maret 2020

MATERI AJAR



 
Hari/Tanggal  : Senin 30 Maret 2020
Pertemuan Ke :10 (Kelas VI A, B dan E)
 
( pengayaan, materi kelas V untuk persiapan ujian)

Kisah Luqman dan Anaknya yang Terangkum Indah Dalam Al-Qur’an


Siapa umat Islam yang tak tahu seorang pria bernama Luqman? Pastinya semua umat Islam tahu. Ya, Luqman adalah seorang pria yang namanya diabadikan Allah dalam Al-Qur’an. Tepatnya dalam surat ke 31, Surat Luqman. Dalam surat tersebut, tepatnya pada ayat 12 sampai 19, terdapat beberapa nasehat Luqman kepada anaknya. Dan nasehat tersebut, adalah nasehat-nasehat indah yang harusnya kita sebagai umat Islam, perlu meneladaninya.
Nasehat di dalam surat Al-HakimNasehat di dalam surat Al-Hakim
Banyak ulama yang meriwayatkan tentang dirinya. Ada beberapa ulama yang mengatakan dia seorang nabi (namun bukan rasul), sehingga memanggilnya dengan Luqman AS (‘alaihissalam). Namun ada juga yang mengatakan bahwa Luqman adalah seorang penggembala biasa, yang Allah karuniakan kepadanya akhlaq dan kebaikan hati sehingga namanya harum dalam Al-Qur’an. Pendapat yang paling banyak diterima adalah yang kedua, yaitu Luqman adalah seorang manusia biasa, bukan nabi atau rasul, namun memiliki hati dan akhlaq yang baik. Diriwayatkan, Luqman adalah seorang penggembala yang hidup selama 1000 tahun. Sehingga konon dia masih menjumpai masa di mana Nabi Daud AS berkuasa. Luqman sendiri diriwayatkan masih sedarah dengan Nabi Ayub AS dari keturunan Nabi Ibrahim AS. Wallahu’alam bisshawab. Siapapun Luqman, kita percaya bahwa ketika Allah harumkan nama dan nasehatnya dalam Al-Qur’an, maka dia adalah seorang alim yang akhlaqnya sungguh baik luar biasa.
Kisah Luqman Al Hakim
Kisah Luqman Al Hakim
Suatu hari, Luqman beserta anak lelakinya dalam perjalanan menuju ke Kota. Luqman menaiki keledainya, sedang si Anak berjalan di sebelahnya. Orang-orang memperbincangkannya, bagaimana bisa seorang Ayah tega naik keledai sementara Anaknya dibiarkan berjalan. Lalu setelah mendengarnya, Luqman turun dan menaikkan Anaknya ke keledai sedangkan dia berjalan di sebelahnya. Namun orang-orang yang melihat kembali memperbincangkan mereka, bagaimana bisa seorang Anak tega membiarkan Ayahnya yang telah renta berjalan sedangkan dia naik keledainya. Lalu setelah mendengarnya, Luqman ikut naik ke atas keledai bersama Anaknya. Namun lagi-lagi orang memperbincangkan mereka.
Orang-orang berkata, bagaimana bisa ada Ayah dan Anak yang tega menaiki keledai kecil sekaligus, kasihan sekali keledainya. Luqman yang mendengar perbincangan tersebut lalu mengajak Anaknya turun dan mereka berjalan di sebelah keledainya. Namun lagi-lagi orang kembali memperbincangkan mereka. Bagaimana ada dua orang Ayah dan Anak bodoh yang berjalan kaki begitu saja sedangkan mereka memiliki keledai yang bisa dinaiki. Luqman kemudian diam saja sampai di kota.
Sesampainya di kota, Luqman mendudukkan Anak lelakinya dan memberinya nasehat. Bahwasanya, apapun perkataan manusia adalah perkataan semata. Kita tak perlu memusingkan apa perkataan mereka, karena kebenaran hanyalah milik Allah semata. Selanjutnya, inilah beberapa nasehat luar biasa Luqman kepada Anaknya yang Allah rangkum dalam Surat Luqman ayat 12-19:

1. Jangan Mempersekutukan Allah (QS. Luqman:13)

Disebutkan bahwa dalam ayat tersebut, “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada Anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: Hai, Anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) merupakan suatu kedzaliman yang besar.”.
Jangan Mempersekutukan Allah

Dan kita semua umat Islam tahu, bahwa salah satu dosa yang tak terampuni oleh Allah adalah syirik, atau mempersekutukan Allah dengan selainNya, entah sekecil atau sebesar apapun itu tindakannya. Maka kita haruslah berhati-hati pada perkataan atau perbuatan kita yang bisa saja mengarah pada syirik.

2. Berbuatlah Baik Pada Orangtua (QS. Luqman:14)

Berbuatlah Baik Pada OrangtuaDisebutkan dalam ayat tersebut, “Dan Kami perintahkan kepada umat manusia (berbuat baik) kepada kedua ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepadaKu lah kembalimu.”.
Berbuatlah Baik Pada Orangtua
Luqman menasehati Anaknya sesuai perintah Allah untuk berbuat baik dan berbakti kepada orangtua, karena benar bahwa keridhoan Allah ada pada ridho orangtua. Orangtua adalah mereka yang jasanya tak pernah mampu kita balas sampai kapanpun, bahkan sampai kita mati sekalipun.

3. Allah Maha Melihat (QS. Luqman : 16)

Dalam ayat tersebut dijelaskan, “(Luqman berkata): Wahai Anakku, sesungguhnya jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”.
Allah Maha MelihatAllah Maha Melihat
Nasehat Luqman tersebut sungguh menampar, karena masih banyak di antara kita yang seenaknya dalam menjalani hidup, padahal kita tahu bahwa Allah Maha Tahu. Allah selalu mengawasi kita, kemanapun kita pergi bahkan bersembunyi sekalipun, dan Allah tahu apa yang kita kerjakan secara terang-terangan atau bahkan sekedar baru kita niatkan saja.

4. Dirikan Shalat dan Menyeru Pada Kebaikan (QS. Luqman : 17)

Dalam ayat tersebut dijelaskan, “Hai Anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”.
Dirikan Shalat dan Menyeru Pada Kebaikan
Seperti nasehat Luqman, bahwa Allah menciptakan manusia dengan kewajiban beribadah kepadaNya, serta menyeru manusia kepada kebaikan. Sehingga benar jika dikatakan bahwa shalat adalah tiang agama. Maka jika tiangnya roboh dengan kata lain shalatnya tidak ditegakkan, maka bisa dipastikan agama atau imannya telah roboh, dan dia tak akan mampu menyeru pada kebaikan. Sehingga itu adalah sebuah dosa besar yang tak terampuni.

5. Janganlah Sombong (QS. Luqman : 19)

Dalam ayat tersebut dijelaskan, “Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkan lah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai.”.

Dari nasehat Luqman tersebut, kita bisa mengambil hikmah, bahwa Allah sangat membenci orang yang sombong. Di mana orang-orang yang sombong biasanya diciri-khaskan dengan cara berjalan mereka yang terlihat angkuh lagi pongah, dengan kepala mengangkat serta dengan cara berbicara yang tinggi, baik perkataan maupun nada suara. Sehingga bisa disejajarkan bahwa orang yang sombong itu sangat buruk karena diumpamakan dengan seekor hewan (keledai).
Itulah kisah tentang Luqman dan Anaknya yang terangkum sangat indah dalam QS. Luqman. Di mana dalam Surat tersebut juga terdapat 5 nasehat besar yang harus diteladani oleh semua anak manusia, tentunya umat Islam. Karena nasehat-nasehat tersebut bukan sembarangan dalam periwayatannya, namun langsung diriwayatkan oleh Allah SWT lewat kalamNya, Al-Qur’an.

  Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dan salin ke buku latihan agama Islam!

1.  Tuliskan 5 pokok pendidikan yang diajarkan Lukman Al Hakim kepda anaknya!
2. Sebutkan ciri khas orang sombong yang di jelaskan dalam  surat luqman :19! 
3. Apakah sebutan untuk Orang yang mempersekutukan Allah SWT dengan yang lain?
4. Apakah sebutan untuk perbuatan atau perilaku yang menyekutukan Allah SWT dengan yang lain?
5. Tuliskan satu ayat Alquran yang isinya memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya!



anak sholeh sholehah dan mamah papah yg di rahmati Allah SWT, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.. Aamiin ya Allah.. Nak, jika ada saran atau komentar tentang home learning atau materi ajar.. Silahkan boleh komentar di kolom komentar ya.. Umi tunggu, terimakasih


Kamis, 26 Maret 2020

MATERI AJAR

MATERI AJAR


Rabu, 25 Maret 2020

MATERI AJAR

Hari/Tanggal : Kamis, 26 Maret 2020
Pertemuan ke : 10, Kelas VI G dan (kelas C dan D masih menghafalkan materi ujian praktek, hafalkan saja masing-masing ya)

Mengenali Para Rasul Ulul ‘Azmi dan Mukjizatnya

Arti dari Ulul ‘Azmi

Kata ulul ‘azmi berasal dari dua kata, yakni ulul dan ‘azmi. Arti dari kata ulu atau uli adalah memiliki atau mempunyai, sedangkan ‘azmi artinya adalah tekad atau keteguhan hati yang kuat. Ketika dua kata di atas tadi digabungkan maka menjadi ulul ‘azmi. Seorang rasul yang bergelar ulul ‘azmi artinya adalah seorang utusan yang memiliki ketabahan, kesabaran dan keuletan yang luar biasa, dalam menjalankan tugas sucinya sebagai rasul, walaupun menghadapi berbagai rintangan dari kaumnya. Dalam surat al ahqaf ayat 35 Allah menjelaskan tentang rasul ulul azmi.

Nama – Nama Rasul Ulul ‘Azmi

Para rasul ulul ‘azmi ini tetap teguh pada hati dan pendiriannya untuk menyampaikan ajaran atau wahyu Allah swt., kepada umatnya. Rasul yang mendapatkan gelar ulul ‘azmi ini adalah:
  1. Nabi Nuh ‘alaihis salam (a.s.)
  2. Nabi Ibrahim ‘alaihis salam (a.s)
  3. Nabi Musa ‘alaihis salam (a.s)
  4. Nabi Isa ‘alaihis salam (a.s), dan
  5. Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallama (saw.)
Agar mudah diingat nabi yang bergelar ulul ‘azmi, ada yang menyingkatnya dengan singkatan “MIMIN”. Berikut ini ringkasan kisah tentang para rasul ulul ‘azmi yang mempunyai kegigihan, ketabahan, dan sikap-sikap mulia lainnya dalam menyebarkan ajaran Allah swt.

1. Nabi Nuh ‘alaihis salam (a.s.)

Nabi Nuh a.s adalah nabi yang menempati urutan ke tiga dalam daftar nama 25 nabi. Beliau adalah keturunan yang kesepuluh dari Nabi Adam a.s. Nabi Nuh a.s. mempunyai ketabahan dan kesabaran dalam menyebarkan dan mensyiarkan ajaran Allah swt.
Nabi Nuh a.s., dikaruniai umur kurang lebih 900 tahun lamanya, sekian lamanya beliau berdakwah, hanya sebagian kecil dari umatnya yang mau mengikutinya. Banyak dari umatnya yang mengingkarinya, termasuk istrinya dan anaknya yang bernama Kan’an.
Dari sekian banyaknya umat yang mengingkari dan menghina Nabi Nuh a.s., sampai-sampai ada yang berencana untuk membunuh nabi Nuh a.s. Setelah sekian lamanya berdakwah, hingga akhirnya beliau mendapatkan wahyu dari Allah swt., untuk membuat perahu yang besar.
Nabi Nuh a.s., beserta para pengikutnya akhirnya membuat sebuah perahu yang besar. Melihat peristiwa inipun umatnya yang ingkar dan kafir menuduh beliau sebagai orang yang gila atau tidak waras. Mereka berpikir untuk apa membuat perahu besar di tanah yang tandus dan gersang?
Setelah sekian lamanya, Allah swt. pun memberikan siksaan kepada kaumnya Nabi Nuh a.s., yang tetap ingkar dan tidak mau beriman. Siksaan tersebut berupa banjir yang sangatlah besar sehingga membuat semua umat Nabi Nuh a.s., yang ingkar dan durhaka tenggelam dalam banjir besar tersebut, termasuk pula anaknya.

يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٤٢
Artinya:
“….Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir” (QS. Hud (11): 42)
Nabi Nuh a.s., dan para pengikutnya yang beriman, diselamatkan oleh Allah swt. karena senantiasa mengikuti perintah Allah, untuk ikut naik ke dalam perahu besar tersebut.
Di dalam perahu besar tersebut, umat Nabi Nuh a.s., tidak lupa untuk membawa berbagai perbekalan. Tidak lupa pula berbagai macam jenis hewan-hewan yang berpasangan, yang jantan dan yang betina.
Merekalah yang diselamatkan oleh Allah swt. melalui mukjizat yang diberikan kepada Nabi Nuh a.s., yakni sebuah perintah untuk membuat sebuah perahu yang besar 

2. Nabi Ibrahim ‘alaihis salam (a.s)

Nabi Ibrahim a.s. ini adalah seorang putra dari Azar bin Nahur, beliau merupakan keturunan dari Nabi Nuh a.s. Ayahnya yang bernama Azar, adalah seorang pembuat patung berhala yang sering dijadikan sesembahan oleh masyarakat sekitar pada waktu itu.
Nabi Ibrahim a.s., pada waktu itu di utus di daerah negeri Irak, yang mana terkenal dengan penguasanya, seorang raja yang dzalim dan suka memerintah dengan sewenang-wenangnya. Raja itu bernama Raja Namrud.
Sebagai seorang raja, Namrud dan kaumnya mempunyai sesembahan sendiri. Mereka semua adalah kaum yang menyembah berhala. Sebagai seorang nabi dan rasul, Nabi Ibrahim a.s., mempunyai tugas untuk mengajak Raja Namrud dan kaumnya untuk kembali ke jalan yang benar.
Nabi Ibrahim a.s., mengajak mereka semuanya untuk senantiasa beriman dan juga menyembah kepada Allah swt., serta meninggalkan patung-patung berhala yang mereka sembah. Dari sinilah kemudian banyak yang menentang ajakan Nabi Ibrahim a.s., tersebut.
Salah satu usaha Nabi Ibrahim a.s., diantaranya adalah menghancurkan patung-patung berhala yang menjadi sesembahan Raja Namrud dan para pengikutnya. Hal ini dilakukan manakala Raja Namrud sedang pergi untuk mengadakan suatu upacara.
Hingga akhirnya, ketika mendapati semua patung-patung berhala hancur, Raja Namrud memerintahkan untuk menangkap Nabi Ibrahim a.s., karena dialah yang pernah melarang mereka untuk menyembah patung-patung tersebut. Nabi Ibrahim a.s., pun ditangkap dan dijatuhi hukuman.
Hukuman ini pun sangat berat, yakni dibakar hidup-hidup. Namun, dengan kekuasaan Allah swt., Nabi Ibrahim a.s, tetap menjalani hukuman tersebut tetapi tidak merasakan panasnya api sedikitpun, dan inilah yang menjadi mukjizat dari Nabi Ibrahim a.s.
قُلۡنَا يَٰنَارُ كُونِي بَرۡدٗا وَسَلَٰمًا عَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ ٦٩
Artinya:
“Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim” (QS. al-Anbiya (21): 69)
Mendapati peristiwa yang demikian inilah kemudian banyak yang menjadi pengikut Nabi Ibrahim a.s., yang beriman dan taat pada Allah swt.
Selain dari cerita di atas, masih ada lagi suatu kelebihan yang diberikan kepada Nabi Ibrahim a.s., yakni beliau adalah sebagai rasul yang ditunjuk oleh Allah swt. untuk menjadi contoh dalam menjalankan ibadah kurban. Serta beliau-lah yang meletakkan batu pertama kali untuk membangun Ka’bah, beserta anaknya Nabi Ismail a.s.

3. Nabi Musa ‘alaihis salam (a.s)

Nabi Musa a.s., ini merupakan putra dari Imran, beliau adalah keturunan Bani Israil, yang dilahirkan di Mesir. Kelahiran beliau pada waktu itu adalah ketika Raja Fir’aun masih memegang kuasanya. Di waktu itu Raja Fir’aun memerintahkan para prajuritnya untuk membunuh bayi laki-laki dari keturunan Bani Israil.
Sebagai seorang ibu, mendengar perintah Raja Fir’aun yang begitu kejamnya tentu begitu ketakutan. Namun, dengan kuasa Allah swt. ibunya mendapatkan perintah untuk menghanyutkan bayinya tersebut ke sungai Nil. Hingga pada akhirnya bayi itupun ditemukan oleh istri Raja Fir’aun sendiri, yang namanya Asiyah.
Bayi laki-laki itupun hidup dan tinggal dibawah pengasuhan istri Raja Fi’aun, dan akhirnya bayi tersebut dijadikan anak angkat. Tumbuh menjadi dewasa, Nabi Musa a.s., dingkat menjadi seorang nabi dan rasul Allah swt., dan mendapatkan tugas untuk berdakwah kepada kaum Bani Israil.
Nabi Musa a.s., yang hidup di lingkungan kerajaan dan kuasa Fir’aun pun mulai menjalankan tugas dakwahnya. Beliau mengajak kaumnya dan Raja Fir’aun sendiri untuk beriman kepada Allah swt.
Raja Fir’aun yang menganggap dirinya seorang raja, tentu mulai cemas terhadap keberadaan Nabi Musa a.s., yang mulai menentang dan membahayakan kedudukannya sebagai raja. Hingga akhirnya, Raja Fir’aun mengajak prajuritnya untuk mencari dan menangkap Nabi Musa a.s., dan pengikutnya.
Dalam pengejarannya, Nabi Musa a.s. dan pengikutnya, berhenti karena sudah tidak ada jalan lagi, yang ada di depan mereka adalah lautan luas, laut Merah. Atas izin Allah swt. pun Nabi Musa a.s. mendapatkan mukjizat, yakni memukulkan tongkatnya ke laut, dan akhirnya laut itupun terbelah dan bisa dilewati sebagai jalan.
Raja Fir’aun dan prajuritnya pun ikut mengejar Nabi Musa a.s., dan para pengikutnya melewati lautan yang terbelah. Namun, di tengah-tengah pengejarannya, Raja Fir’aun dan prajuritnya ditenggelemkan oleh Allah swt. di laut tersebut. Nabi Musa a.s., dan pengikutnya pun akhirnya diselamatkan oleh Allah swt.
Nabi Musa a.s., pun akhirnya melanjutkan ajaran dan dakwahnya untuk mengajak beriman kepada Allah swt..

4. Nabi Isa ‘alaihis salam (a.s)

Nabi Isa a.s. ini adalah putra Maryam. Dengan kuasa dan izin dari Allah swt., beliau dilahirkan tanpa perantara seorang ayah. Ibunda Maryam terkenal dengan perempuan yang taat beribadah, shaleh serta terpelihara dari perbuatan-perbuatan dosa.
Peristiwa lahirnya Nabi Isa a.s., sebagai salah satu bukti dan tanda kepada umat manusia untuk percaya dan yakin atas kuasa Allah swt. Pada waktu itu ada manusia yang percaya dan sebagian lagi ada yang tidak percaya, bahkan sampai dituduh sebagai anak haram.
Setelah beranjak dewasa, Nabi Isa a.s. diangkat menjadi rasul guna berdakwah dan mengajarkan tauhid kepada Allah swt.  Sama dengan nabi-nabi yang bergelar ulul ‘azmi lainnya, umatnya pun banyak yang mencaci dan menghinanya.
Namun demikian, beliau tetap sabar dan tabah untuk menjalankan amanat Allah swt., pengikutnya yang berjumlah 12 orang mempunyai sebutan tersendiri yakni Hawariyyun. Semangat dakwah Nabi Isa a.s., inipun banyak mendapatkan ancaman dan tantangan. Termasuk dari sahabat yang juga pernah menjadi pengikutnya yang bernama Yahuda.
Yahuda yang berkhianat inipun juga mempunyai banyak pengikut. Pada suatu hari Nabi Isa a.s. pun ditangkap dan hendak dibunuh dengan cara disalib. Namun, atas izin dan kuasa Allah swt., nabi Isa a.s. pun diselamatkan oleh Allah swt.
Para pengikut Yahuda menyangka bahwa mereka sudah membunuh dan menyalib Nabi Isa a.s., akan tetapi yang sesungguhnya yang mereka bunuh dan salib adalah Yahuda sendiri yang telah berbuat khianat. Wajahnya diserupakan oleh Allah swt. sehingga sangat mirip dengan Nabi Isa a.s.
Adapun mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Isa a.s. diantaranya adalah:
  1. Menyembuhkan orang yang sudah buta dengan izin Allah swt.
  2. Menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin Allah swt.
  3. Membuat burung yang hidup dari tanah dengan izin Allah swt
  4. Menurunkan hidangan (makanan dan minuman) dari langit dengan izin Allah swt.

5. Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallama (saw.)

Nabi Muhammad saw. adalah anak dari seorang ayah yang bernama Abdullah bin Abdul Muthallib dan ibu yang bernama Aminah binti Wahab. Bertepatan pada tanggal 12 Rabi’ul Awal pada tahun Gajah. Beliau berasal dari salah satu suku terkenal yang terkenal di kota Makkah , yakni suku Quraisy.
Nabi Muhammad saw. dikenal oleh masyarakat dengan sosok yang jujur dan dapat dipercaya, dari sinilah kemudian beliau dijuluki sebagai al-Amiin. Pada umur 40 tahun, beliau diangkat menjadi seorang rasul.
Sebuah amanat untuk mengajak dan berdakwah pada umat manusia agar beriman, menyembah kepada Allah swt., dan meninggalkan sesembahan berhala yang mereka sembah.
Dalam al-Qur’an juga dijelaskan bahwa Nabi Muhammad saw. adalah nabi penutup atau nabi yang terakhir
مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٖ مِّن رِّجَالِكُمۡ وَلَٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّ‍ۧنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٗا ٤٠
Artinnya:
“Muhammad itu sekali – kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi, dan Allah-lah Dzat Yang Maha Mengetahui segala sesuatu (QS. al-Ahzab (33): 40
Dalam misinya sebagai nabi yang terakhir, nabi Muhammad saw., dibantu oleh istrinya yang bernama Khadijah beserta para sahabatnya seperti Abu Bakar as-Shiddiiq, Umar bin Khatthaab, ‘Utsman bin ‘Affaan, dan Ali bin Abi Thalib dan sahabat-sahabatnya yang lain.
Ketika berdakwah Nabi Muhammad saw. mendapatkan banyak ancaman dan tantangan keras dari kaumnya. Termasuk dari golongan sanak familinya, seperti Abu  lahab, Abu Jahal, Abu Sufyan, beserta para pemimpin dan pemuka agama kaum Quraisy pada waktu itu.
Sekian tahun lamanya beliau dan para sahabatnya berdakwah dan menyebarkan ajaran tauhid kepada Allah swt. hanya sedikit yang mengikuti ajakan beliau, bahkan semakin banyak beliau banyak mendapat cacian, hinaan, bahkan sampai diancam untuk dibunuh.
Begitu banyaknya halangan dan rintangan yang dialami oleh Nabi Muhammad saw. dan para pengikutnya tidaklah menjadikan semangat dan tekad berdakwah beliau menjadi surut. Beliau tetaplah sabar, tabah dan tegar dalam menghadapi semuanya.
Hingga pada akhirnya Nabi Muhammad saw. atas perintah dan izin Allah swt. beliau berhijrah dari kota Makkah ke kota Madinah. Oleh kaum muslimin Madinah belliau disambut dengan sukacita.
Nabi Muhammad saw. pun senantiasa terus berjuang dan menyebarkan agama Islam bersama para sahabat-sahabatnya. Semangat untuk menyebarkan agama tauhid dan iman kepada Allah swt. tetap menjadi pondasi yang kokoh untuk berjuang hingga akhir hayat beliau. Hingga pada akhirnya beliau wafat pada umur (kurang lebih) 60 tahun di kota Madinah ini.
Mukjizat terbesar nabi Muhammad saw adalah al-Qur’an al-Kariim, yang mana di dalamnya terdapat wahyu Allah swt. yang berisikan berbagai macam ajakan, perintah, petunjuk, ancaman, larangan dan masih banyak hal lainnya, yang bisa digunakan manusia sebagai Kitab Petunjuk (al-Huda) bagi umat manusia hingga akhir zaman kelak.
Dengan al-Qur’an ini pula semakin bertambahlah jumlah manusia yang tersentuh dengan ajaran Allah swt, hingga akhirnya Islam bisa tersampaikan ke seluruh penjuru dunia.
Demikianlah penjelasan mengenai para rasul yang mempunyai gelar ulul ‘azmi. Mereka mempunyai suatu kelebihan dan diberikan berbagai macam mukjizat oleh Allah swt. dalam menghadapi kaumnya yang senantiasa berbuat buruk dan tercela kepada mereka para rasul ulul ‘azmi
Dengan mukjizat itulah menjadikan suatu pertanda akan kekuasan, kehebatan, keesaan, kekuatan, dan kasih sayang Allah swt. kepada kita semuanya, agar tidak hanya beriman saja melainkan juga patuh, tunduk dan taat pada segala peraturan-peraturan-Nya dan menjauhi segala macam larangan-larangan-Nya.
Wallaahu a’lam

JAWABLAH PERTANYAAN-PERTANYAAN DI BAWAH INI, LALU KERJAKAN DI BUKU LATIHAN, SETELAH SELESAI FOTO SELFI, HASILNYA  KIRIM KE NO WA UMMI YAA.


1. Siapakah nabi yang mendapat gelar ulul azmi ?
2. Sebutkan salah satu keteguhan dan kesabaran nabi Muhammad SAW !
3. Apakah alasan rasul mendapat gelar ulul azmi ?
4. Sebutkan rasul ulul azmi yang mendapat kitab !
5. Isi kandungan surat Al- ahqof ayat 35 menjelaskan tentang....

SELAMAT MENGERJAKAN

Senin, 23 Maret 2020

MATERI AJAR

Hari/Tanggal : Selasa, 24 Maret 2020
Pertemuan ke : 10, Kelas VI B, C dan D

Mengenali Para Rasul Ulul ‘Azmi dan Mukjizatnya

Arti dari Ulul ‘Azmi

Kata ulul ‘azmi berasal dari dua kata, yakni ulul dan ‘azmi. Arti dari kata ulu atau uli adalah memiliki atau mempunyai, sedangkan ‘azmi artinya adalah tekad atau keteguhan hati yang kuat. Ketika dua kata di atas tadi digabungkan maka menjadi ulul ‘azmi. Seorang rasul yang bergelar ulul ‘azmi artinya adalah seorang utusan yang memiliki ketabahan, kesabaran dan keuletan yang luar biasa, dalam menjalankan tugas sucinya sebagai rasul, walaupun menghadapi berbagai rintangan dari kaumnya. Dalam surat al ahqaf ayat 35 Allah menjelaskan tentang rasul ulul azmi. 

Nama – Nama Rasul Ulul ‘Azmi

Para rasul ulul ‘azmi ini tetap teguh pada hati dan pendiriannya untuk menyampaikan ajaran atau wahyu Allah swt., kepada umatnya. Rasul yang mendapatkan gelar ulul ‘azmi ini adalah:
  1. Nabi Nuh ‘alaihis salam (a.s.)
  2. Nabi Ibrahim ‘alaihis salam (a.s)
  3. Nabi Musa ‘alaihis salam (a.s)
  4. Nabi Isa ‘alaihis salam (a.s), dan
  5. Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallama (saw.)
Agar mudah diingat nabi yang bergelar ulul ‘azmi, ada yang menyingkatnya dengan singkatan “MIMIN”. Berikut ini ringkasan kisah tentang para rasul ulul ‘azmi yang mempunyai kegigihan, ketabahan, dan sikap-sikap mulia lainnya dalam menyebarkan ajaran Allah swt.

1. Nabi Nuh ‘alaihis salam (a.s.)

Nabi Nuh a.s adalah nabi yang menempati urutan ke tiga dalam daftar nama 25 nabi. Beliau adalah keturunan yang kesepuluh dari Nabi Adam a.s. Nabi Nuh a.s. mempunyai ketabahan dan kesabaran dalam menyebarkan dan mensyiarkan ajaran Allah swt.
Nabi Nuh a.s., dikaruniai umur kurang lebih 900 tahun lamanya, sekian lamanya beliau berdakwah, hanya sebagian kecil dari umatnya yang mau mengikutinya. Banyak dari umatnya yang mengingkarinya, termasuk istrinya dan anaknya yang bernama Kan’an.
Dari sekian banyaknya umat yang mengingkari dan menghina Nabi Nuh a.s., sampai-sampai ada yang berencana untuk membunuh nabi Nuh a.s. Setelah sekian lamanya berdakwah, hingga akhirnya beliau mendapatkan wahyu dari Allah swt., untuk membuat perahu yang besar.
Nabi Nuh a.s., beserta para pengikutnya akhirnya membuat sebuah perahu yang besar. Melihat peristiwa inipun umatnya yang ingkar dan kafir menuduh beliau sebagai orang yang gila atau tidak waras. Mereka berpikir untuk apa membuat perahu besar di tanah yang tandus dan gersang?
Setelah sekian lamanya, Allah swt. pun memberikan siksaan kepada kaumnya Nabi Nuh a.s., yang tetap ingkar dan tidak mau beriman. Siksaan tersebut berupa banjir yang sangatlah besar sehingga membuat semua umat Nabi Nuh a.s., yang ingkar dan durhaka tenggelam dalam banjir besar tersebut, termasuk pula anaknya.

يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٤٢
Artinya:
“….Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir” (QS. Hud (11): 42)
Nabi Nuh a.s., dan para pengikutnya yang beriman, diselamatkan oleh Allah swt. karena senantiasa mengikuti perintah Allah, untuk ikut naik ke dalam perahu besar tersebut.
Di dalam perahu besar tersebut, umat Nabi Nuh a.s., tidak lupa untuk membawa berbagai perbekalan. Tidak lupa pula berbagai macam jenis hewan-hewan yang berpasangan, yang jantan dan yang betina.
Merekalah yang diselamatkan oleh Allah swt. melalui mukjizat yang diberikan kepada Nabi Nuh a.s., yakni sebuah perintah untuk membuat sebuah perahu yang besar 

2. Nabi Ibrahim ‘alaihis salam (a.s)

Nabi Ibrahim a.s. ini adalah seorang putra dari Azar bin Nahur, beliau merupakan keturunan dari Nabi Nuh a.s. Ayahnya yang bernama Azar, adalah seorang pembuat patung berhala yang sering dijadikan sesembahan oleh masyarakat sekitar pada waktu itu.
Nabi Ibrahim a.s., pada waktu itu di utus di daerah negeri Irak, yang mana terkenal dengan penguasanya, seorang raja yang dzalim dan suka memerintah dengan sewenang-wenangnya. Raja itu bernama Raja Namrud.
Sebagai seorang raja, Namrud dan kaumnya mempunyai sesembahan sendiri. Mereka semua adalah kaum yang menyembah berhala. Sebagai seorang nabi dan rasul, Nabi Ibrahim a.s., mempunyai tugas untuk mengajak Raja Namrud dan kaumnya untuk kembali ke jalan yang benar.
Nabi Ibrahim a.s., mengajak mereka semuanya untuk senantiasa beriman dan juga menyembah kepada Allah swt., serta meninggalkan patung-patung berhala yang mereka sembah. Dari sinilah kemudian banyak yang menentang ajakan Nabi Ibrahim a.s., tersebut.
Salah satu usaha Nabi Ibrahim a.s., diantaranya adalah menghancurkan patung-patung berhala yang menjadi sesembahan Raja Namrud dan para pengikutnya. Hal ini dilakukan manakala Raja Namrud sedang pergi untuk mengadakan suatu upacara.
Hingga akhirnya, ketika mendapati semua patung-patung berhala hancur, Raja Namrud memerintahkan untuk menangkap Nabi Ibrahim a.s., karena dialah yang pernah melarang mereka untuk menyembah patung-patung tersebut. Nabi Ibrahim a.s., pun ditangkap dan dijatuhi hukuman.
Hukuman ini pun sangat berat, yakni dibakar hidup-hidup. Namun, dengan kekuasaan Allah swt., Nabi Ibrahim a.s, tetap menjalani hukuman tersebut tetapi tidak merasakan panasnya api sedikitpun, dan inilah yang menjadi mukjizat dari Nabi Ibrahim a.s.
قُلۡنَا يَٰنَارُ كُونِي بَرۡدٗا وَسَلَٰمًا عَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ ٦٩
Artinya:
“Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim” (QS. al-Anbiya (21): 69)
Mendapati peristiwa yang demikian inilah kemudian banyak yang menjadi pengikut Nabi Ibrahim a.s., yang beriman dan taat pada Allah swt.
Selain dari cerita di atas, masih ada lagi suatu kelebihan yang diberikan kepada Nabi Ibrahim a.s., yakni beliau adalah sebagai rasul yang ditunjuk oleh Allah swt. untuk menjadi contoh dalam menjalankan ibadah kurban. Serta beliau-lah yang meletakkan batu pertama kali untuk membangun Ka’bah, beserta anaknya Nabi Ismail a.s.

3. Nabi Musa ‘alaihis salam (a.s)

Nabi Musa a.s., ini merupakan putra dari Imran, beliau adalah keturunan Bani Israil, yang dilahirkan di Mesir. Kelahiran beliau pada waktu itu adalah ketika Raja Fir’aun masih memegang kuasanya. Di waktu itu Raja Fir’aun memerintahkan para prajuritnya untuk membunuh bayi laki-laki dari keturunan Bani Israil.
Sebagai seorang ibu, mendengar perintah Raja Fir’aun yang begitu kejamnya tentu begitu ketakutan. Namun, dengan kuasa Allah swt. ibunya mendapatkan perintah untuk menghanyutkan bayinya tersebut ke sungai Nil. Hingga pada akhirnya bayi itupun ditemukan oleh istri Raja Fir’aun sendiri, yang namanya Asiyah.
Bayi laki-laki itupun hidup dan tinggal dibawah pengasuhan istri Raja Fi’aun, dan akhirnya bayi tersebut dijadikan anak angkat. Tumbuh menjadi dewasa, Nabi Musa a.s., dingkat menjadi seorang nabi dan rasul Allah swt., dan mendapatkan tugas untuk berdakwah kepada kaum Bani Israil.
Nabi Musa a.s., yang hidup di lingkungan kerajaan dan kuasa Fir’aun pun mulai menjalankan tugas dakwahnya. Beliau mengajak kaumnya dan Raja Fir’aun sendiri untuk beriman kepada Allah swt.
Raja Fir’aun yang menganggap dirinya seorang raja, tentu mulai cemas terhadap keberadaan Nabi Musa a.s., yang mulai menentang dan membahayakan kedudukannya sebagai raja. Hingga akhirnya, Raja Fir’aun mengajak prajuritnya untuk mencari dan menangkap Nabi Musa a.s., dan pengikutnya.
Dalam pengejarannya, Nabi Musa a.s. dan pengikutnya, berhenti karena sudah tidak ada jalan lagi, yang ada di depan mereka adalah lautan luas, laut Merah. Atas izin Allah swt. pun Nabi Musa a.s. mendapatkan mukjizat, yakni memukulkan tongkatnya ke laut, dan akhirnya laut itupun terbelah dan bisa dilewati sebagai jalan.
Raja Fir’aun dan prajuritnya pun ikut mengejar Nabi Musa a.s., dan para pengikutnya melewati lautan yang terbelah. Namun, di tengah-tengah pengejarannya, Raja Fir’aun dan prajuritnya ditenggelemkan oleh Allah swt. di laut tersebut. Nabi Musa a.s., dan pengikutnya pun akhirnya diselamatkan oleh Allah swt.
Nabi Musa a.s., pun akhirnya melanjutkan ajaran dan dakwahnya untuk mengajak beriman kepada Allah swt..

4. Nabi Isa ‘alaihis salam (a.s)

Nabi Isa a.s. ini adalah putra Maryam. Dengan kuasa dan izin dari Allah swt., beliau dilahirkan tanpa perantara seorang ayah. Ibunda Maryam terkenal dengan perempuan yang taat beribadah, shaleh serta terpelihara dari perbuatan-perbuatan dosa.
Peristiwa lahirnya Nabi Isa a.s., sebagai salah satu bukti dan tanda kepada umat manusia untuk percaya dan yakin atas kuasa Allah swt. Pada waktu itu ada manusia yang percaya dan sebagian lagi ada yang tidak percaya, bahkan sampai dituduh sebagai anak haram.
Setelah beranjak dewasa, Nabi Isa a.s. diangkat menjadi rasul guna berdakwah dan mengajarkan tauhid kepada Allah swt.  Sama dengan nabi-nabi yang bergelar ulul ‘azmi lainnya, umatnya pun banyak yang mencaci dan menghinanya.
Namun demikian, beliau tetap sabar dan tabah untuk menjalankan amanat Allah swt., pengikutnya yang berjumlah 12 orang mempunyai sebutan tersendiri yakni Hawariyyun. Semangat dakwah Nabi Isa a.s., inipun banyak mendapatkan ancaman dan tantangan. Termasuk dari sahabat yang juga pernah menjadi pengikutnya yang bernama Yahuda.
Yahuda yang berkhianat inipun juga mempunyai banyak pengikut. Pada suatu hari Nabi Isa a.s. pun ditangkap dan hendak dibunuh dengan cara disalib. Namun, atas izin dan kuasa Allah swt., nabi Isa a.s. pun diselamatkan oleh Allah swt.
 
Para pengikut Yahuda menyangka bahwa mereka sudah membunuh dan menyalib Nabi Isa a.s., akan tetapi yang sesungguhnya yang mereka bunuh dan salib adalah Yahuda sendiri yang telah berbuat khianat. Wajahnya diserupakan oleh Allah swt. sehingga sangat mirip dengan Nabi Isa a.s.
Adapun mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Isa a.s. diantaranya adalah:
  1. Menyembuhkan orang yang sudah buta dengan izin Allah swt.
  2. Menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin Allah swt.
  3. Membuat burung yang hidup dari tanah dengan izin Allah swt
  4. Menurunkan hidangan (makanan dan minuman) dari langit dengan izin Allah swt.

5. Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallama (saw.)

Nabi Muhammad saw. adalah anak dari seorang ayah yang bernama Abdullah bin Abdul Muthallib dan ibu yang bernama Aminah binti Wahab. Bertepatan pada tanggal 12 Rabi’ul Awal pada tahun Gajah. Beliau berasal dari salah satu suku terkenal yang terkenal di kota Makkah , yakni suku Quraisy.
Nabi Muhammad saw. dikenal oleh masyarakat dengan sosok yang jujur dan dapat dipercaya, dari sinilah kemudian beliau dijuluki sebagai al-Amiin. Pada umur 40 tahun, beliau diangkat menjadi seorang rasul.
Sebuah amanat untuk mengajak dan berdakwah pada umat manusia agar beriman, menyembah kepada Allah swt., dan meninggalkan sesembahan berhala yang mereka sembah.
 
Dalam al-Qur’an juga dijelaskan bahwa Nabi Muhammad saw. adalah nabi penutup atau nabi yang terakhir
مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٖ مِّن رِّجَالِكُمۡ وَلَٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّ‍ۧنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٗا ٤٠
Artinnya:
“Muhammad itu sekali – kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi, dan Allah-lah Dzat Yang Maha Mengetahui segala sesuatu (QS. al-Ahzab (33): 40
Dalam misinya sebagai nabi yang terakhir, nabi Muhammad saw., dibantu oleh istrinya yang bernama Khadijah beserta para sahabatnya seperti Abu Bakar as-Shiddiiq, Umar bin Khatthaab, ‘Utsman bin ‘Affaan, dan Ali bin Abi Thalib dan sahabat-sahabatnya yang lain.
Ketika berdakwah Nabi Muhammad saw. mendapatkan banyak ancaman dan tantangan keras dari kaumnya. Termasuk dari golongan sanak familinya, seperti Abu  lahab, Abu Jahal, Abu Sufyan, beserta para pemimpin dan pemuka agama kaum Quraisy pada waktu itu.
Sekian tahun lamanya beliau dan para sahabatnya berdakwah dan menyebarkan ajaran tauhid kepada Allah swt. hanya sedikit yang mengikuti ajakan beliau, bahkan semakin banyak beliau banyak mendapat cacian, hinaan, bahkan sampai diancam untuk dibunuh.
Begitu banyaknya halangan dan rintangan yang dialami oleh Nabi Muhammad saw. dan para pengikutnya tidaklah menjadikan semangat dan tekad berdakwah beliau menjadi surut. Beliau tetaplah sabar, tabah dan tegar dalam menghadapi semuanya.
Hingga pada akhirnya Nabi Muhammad saw. atas perintah dan izin Allah swt. beliau berhijrah dari kota Makkah ke kota Madinah. Oleh kaum muslimin Madinah belliau disambut dengan sukacita.
Nabi Muhammad saw. pun senantiasa terus berjuang dan menyebarkan agama Islam bersama para sahabat-sahabatnya. Semangat untuk menyebarkan agama tauhid dan iman kepada Allah swt. tetap menjadi pondasi yang kokoh untuk berjuang hingga akhir hayat beliau. Hingga pada akhirnya beliau wafat pada umur (kurang lebih) 60 tahun di kota Madinah ini.
Mukjizat terbesar nabi Muhammad saw adalah al-Qur’an al-Kariim, yang mana di dalamnya terdapat wahyu Allah swt. yang berisikan berbagai macam ajakan, perintah, petunjuk, ancaman, larangan dan masih banyak hal lainnya, yang bisa digunakan manusia sebagai Kitab Petunjuk (al-Huda) bagi umat manusia hingga akhir zaman kelak.
Dengan al-Qur’an ini pula semakin bertambahlah jumlah manusia yang tersentuh dengan ajaran Allah swt, hingga akhirnya Islam bisa tersampaikan ke seluruh penjuru dunia.
Demikianlah penjelasan mengenai para rasul yang mempunyai gelar ulul ‘azmi. Mereka mempunyai suatu kelebihan dan diberikan berbagai macam mukjizat oleh Allah swt. dalam menghadapi kaumnya yang senantiasa berbuat buruk dan tercela kepada mereka para rasul ulul ‘azmi
Dengan mukjizat itulah menjadikan suatu pertanda akan kekuasan, kehebatan, keesaan, kekuatan, dan kasih sayang Allah swt. kepada kita semuanya, agar tidak hanya beriman saja melainkan juga patuh, tunduk dan taat pada segala peraturan-peraturan-Nya dan menjauhi segala macam larangan-larangan-Nya.
Wallaahu a’lam

JAWABLAH PERTANYAAN-PERTANYAAN DI BAWAH INI, LALU KERJAKAN DI BUKU LATIHAN, SETELAH SELESAI FOTO SELFI, HASILNYA  KIRIM KE NO WA UMMI YAA.


1. Siapakah nabi yang mendapat gelar ulul azmi ?
2. Sebutkan salah satu keteguhan dan kesabaran nabi Muhammad SAW !
3. Apakah alasan rasul mendapat gelar ulul azmi ?
4. Sebutkan rasul ulul azmi yang mendapat kitab !
5. Isi kandungan surat Al- ahqof ayat 35 menjelaskan tentang....

SELAMAT MENGERJAKAN

MATERI AJAR

Hari/Tanggal : Senin, 23 Maret 2020
Pertemuan ke : 10, Kelas VI A, B dan E

Mengenali Para Rasul Ulul ‘Azmi dan Mukjizatnya

Arti dari Ulul ‘Azmi

Kata ulul ‘azmi berasal dari dua kata, yakni ulul dan ‘azmi. Arti dari kata ulu atau uli adalah memiliki atau mempunyai, sedangkan ‘azmi artinya adalah tekad atau keteguhan hati yang kuat. Ketika dua kata di atas tadi digabungkan maka menjadi ulul ‘azmi. Seorang rasul yang bergelar ulul ‘azmi artinya adalah seorang utusan yang memiliki ketabahan, kesabaran dan keuletan yang luar biasa, dalam menjalankan tugas sucinya sebagai rasul, walaupun menghadapi berbagai rintangan dari kaumnya. Dalam surat al ahqaf ayat 35 Allah menjelaskan tentang rasul ulul azmi.

Nama – Nama Rasul Ulul ‘Azmi

Para rasul ulul ‘azmi ini tetap teguh pada hati dan pendiriannya untuk menyampaikan ajaran atau wahyu Allah swt., kepada umatnya. Rasul yang mendapatkan gelar ulul ‘azmi ini adalah:
  1. Nabi Nuh ‘alaihis salam (a.s.)
  2. Nabi Ibrahim ‘alaihis salam (a.s)
  3. Nabi Musa ‘alaihis salam (a.s)
  4. Nabi Isa ‘alaihis salam (a.s), dan
  5. Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallama (saw.)
Agar mudah diingat nabi yang bergelar ulul ‘azmi, ada yang menyingkatnya dengan singkatan “MIMIN”. Berikut ini ringkasan kisah tentang para rasul ulul ‘azmi yang mempunyai kegigihan, ketabahan, dan sikap-sikap mulia lainnya dalam menyebarkan ajaran Allah swt.

1. Nabi Nuh ‘alaihis salam (a.s.)

Nabi Nuh a.s adalah nabi yang menempati urutan ke tiga dalam daftar nama 25 nabi. Beliau adalah keturunan yang kesepuluh dari Nabi Adam a.s. Nabi Nuh a.s. mempunyai ketabahan dan kesabaran dalam menyebarkan dan mensyiarkan ajaran Allah swt.
Nabi Nuh a.s., dikaruniai umur kurang lebih 900 tahun lamanya, sekian lamanya beliau berdakwah, hanya sebagian kecil dari umatnya yang mau mengikutinya. Banyak dari umatnya yang mengingkarinya, termasuk istrinya dan anaknya yang bernama Kan’an.
Dari sekian banyaknya umat yang mengingkari dan menghina Nabi Nuh a.s., sampai-sampai ada yang berencana untuk membunuh nabi Nuh a.s. Setelah sekian lamanya berdakwah, hingga akhirnya beliau mendapatkan wahyu dari Allah swt., untuk membuat perahu yang besar.
Nabi Nuh a.s., beserta para pengikutnya akhirnya membuat sebuah perahu yang besar. Melihat peristiwa inipun umatnya yang ingkar dan kafir menuduh beliau sebagai orang yang gila atau tidak waras. Mereka berpikir untuk apa membuat perahu besar di tanah yang tandus dan gersang?
Setelah sekian lamanya, Allah swt. pun memberikan siksaan kepada kaumnya Nabi Nuh a.s., yang tetap ingkar dan tidak mau beriman. Siksaan tersebut berupa banjir yang sangatlah besar sehingga membuat semua umat Nabi Nuh a.s., yang ingkar dan durhaka tenggelam dalam banjir besar tersebut, termasuk pula anaknya.

يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٤٢
Artinya:
“….Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir” (QS. Hud (11): 42)
Nabi Nuh a.s., dan para pengikutnya yang beriman, diselamatkan oleh Allah swt. karena senantiasa mengikuti perintah Allah, untuk ikut naik ke dalam perahu besar tersebut.
Di dalam perahu besar tersebut, umat Nabi Nuh a.s., tidak lupa untuk membawa berbagai perbekalan. Tidak lupa pula berbagai macam jenis hewan-hewan yang berpasangan, yang jantan dan yang betina.
Merekalah yang diselamatkan oleh Allah swt. melalui mukjizat yang diberikan kepada Nabi Nuh a.s., yakni sebuah perintah untuk membuat sebuah perahu yang besar 

2. Nabi Ibrahim ‘alaihis salam (a.s)

Nabi Ibrahim a.s. ini adalah seorang putra dari Azar bin Nahur, beliau merupakan keturunan dari Nabi Nuh a.s. Ayahnya yang bernama Azar, adalah seorang pembuat patung berhala yang sering dijadikan sesembahan oleh masyarakat sekitar pada waktu itu.
Nabi Ibrahim a.s., pada waktu itu di utus di daerah negeri Irak, yang mana terkenal dengan penguasanya, seorang raja yang dzalim dan suka memerintah dengan sewenang-wenangnya. Raja itu bernama Raja Namrud.
Sebagai seorang raja, Namrud dan kaumnya mempunyai sesembahan sendiri. Mereka semua adalah kaum yang menyembah berhala. Sebagai seorang nabi dan rasul, Nabi Ibrahim a.s., mempunyai tugas untuk mengajak Raja Namrud dan kaumnya untuk kembali ke jalan yang benar.
Nabi Ibrahim a.s., mengajak mereka semuanya untuk senantiasa beriman dan juga menyembah kepada Allah swt., serta meninggalkan patung-patung berhala yang mereka sembah. Dari sinilah kemudian banyak yang menentang ajakan Nabi Ibrahim a.s., tersebut.
Salah satu usaha Nabi Ibrahim a.s., diantaranya adalah menghancurkan patung-patung berhala yang menjadi sesembahan Raja Namrud dan para pengikutnya. Hal ini dilakukan manakala Raja Namrud sedang pergi untuk mengadakan suatu upacara.
Hingga akhirnya, ketika mendapati semua patung-patung berhala hancur, Raja Namrud memerintahkan untuk menangkap Nabi Ibrahim a.s., karena dialah yang pernah melarang mereka untuk menyembah patung-patung tersebut. Nabi Ibrahim a.s., pun ditangkap dan dijatuhi hukuman.
Hukuman ini pun sangat berat, yakni dibakar hidup-hidup. Namun, dengan kekuasaan Allah swt., Nabi Ibrahim a.s, tetap menjalani hukuman tersebut tetapi tidak merasakan panasnya api sedikitpun, dan inilah yang menjadi mukjizat dari Nabi Ibrahim a.s.
قُلۡنَا يَٰنَارُ كُونِي بَرۡدٗا وَسَلَٰمًا عَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ ٦٩
Artinya:
“Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim” (QS. al-Anbiya (21): 69)
Mendapati peristiwa yang demikian inilah kemudian banyak yang menjadi pengikut Nabi Ibrahim a.s., yang beriman dan taat pada Allah swt.
Selain dari cerita di atas, masih ada lagi suatu kelebihan yang diberikan kepada Nabi Ibrahim a.s., yakni beliau adalah sebagai rasul yang ditunjuk oleh Allah swt. untuk menjadi contoh dalam menjalankan ibadah kurban. Serta beliau-lah yang meletakkan batu pertama kali untuk membangun Ka’bah, beserta anaknya Nabi Ismail a.s.

3. Nabi Musa ‘alaihis salam (a.s)

Nabi Musa a.s., ini merupakan putra dari Imran, beliau adalah keturunan Bani Israil, yang dilahirkan di Mesir. Kelahiran beliau pada waktu itu adalah ketika Raja Fir’aun masih memegang kuasanya. Di waktu itu Raja Fir’aun memerintahkan para prajuritnya untuk membunuh bayi laki-laki dari keturunan Bani Israil.
Sebagai seorang ibu, mendengar perintah Raja Fir’aun yang begitu kejamnya tentu begitu ketakutan. Namun, dengan kuasa Allah swt. ibunya mendapatkan perintah untuk menghanyutkan bayinya tersebut ke sungai Nil. Hingga pada akhirnya bayi itupun ditemukan oleh istri Raja Fir’aun sendiri, yang namanya Asiyah.
Bayi laki-laki itupun hidup dan tinggal dibawah pengasuhan istri Raja Fi’aun, dan akhirnya bayi tersebut dijadikan anak angkat. Tumbuh menjadi dewasa, Nabi Musa a.s., dingkat menjadi seorang nabi dan rasul Allah swt., dan mendapatkan tugas untuk berdakwah kepada kaum Bani Israil.
Nabi Musa a.s., yang hidup di lingkungan kerajaan dan kuasa Fir’aun pun mulai menjalankan tugas dakwahnya. Beliau mengajak kaumnya dan Raja Fir’aun sendiri untuk beriman kepada Allah swt.
Raja Fir’aun yang menganggap dirinya seorang raja, tentu mulai cemas terhadap keberadaan Nabi Musa a.s., yang mulai menentang dan membahayakan kedudukannya sebagai raja. Hingga akhirnya, Raja Fir’aun mengajak prajuritnya untuk mencari dan menangkap Nabi Musa a.s., dan pengikutnya.
Dalam pengejarannya, Nabi Musa a.s. dan pengikutnya, berhenti karena sudah tidak ada jalan lagi, yang ada di depan mereka adalah lautan luas, laut Merah. Atas izin Allah swt. pun Nabi Musa a.s. mendapatkan mukjizat, yakni memukulkan tongkatnya ke laut, dan akhirnya laut itupun terbelah dan bisa dilewati sebagai jalan.
Raja Fir’aun dan prajuritnya pun ikut mengejar Nabi Musa a.s., dan para pengikutnya melewati lautan yang terbelah. Namun, di tengah-tengah pengejarannya, Raja Fir’aun dan prajuritnya ditenggelemkan oleh Allah swt. di laut tersebut. Nabi Musa a.s., dan pengikutnya pun akhirnya diselamatkan oleh Allah swt.
Nabi Musa a.s., pun akhirnya melanjutkan ajaran dan dakwahnya untuk mengajak beriman kepada Allah swt..

4. Nabi Isa ‘alaihis salam (a.s)

Nabi Isa a.s. ini adalah putra Maryam. Dengan kuasa dan izin dari Allah swt., beliau dilahirkan tanpa perantara seorang ayah. Ibunda Maryam terkenal dengan perempuan yang taat beribadah, shaleh serta terpelihara dari perbuatan-perbuatan dosa.
Peristiwa lahirnya Nabi Isa a.s., sebagai salah satu bukti dan tanda kepada umat manusia untuk percaya dan yakin atas kuasa Allah swt. Pada waktu itu ada manusia yang percaya dan sebagian lagi ada yang tidak percaya, bahkan sampai dituduh sebagai anak haram.
Setelah beranjak dewasa, Nabi Isa a.s. diangkat menjadi rasul guna berdakwah dan mengajarkan tauhid kepada Allah swt. Sama dengan nabi-nabi yang bergelar ulul ‘azmi lainnya, umatnya pun banyak yang mencaci dan menghinanya.
Namun demikian, beliau tetap sabar dan tabah untuk menjalankan amanat Allah swt., pengikutnya yang berjumlah 12 orang mempunyai sebutan tersendiri yakni Hawariyyun. Semangat dakwah Nabi Isa a.s., inipun banyak mendapatkan ancaman dan tantangan. Termasuk dari sahabat yang juga pernah menjadi pengikutnya yang bernama Yahuda.
Yahuda yang berkhianat inipun juga mempunyai banyak pengikut. Pada suatu hari Nabi Isa a.s. pun ditangkap dan hendak dibunuh dengan cara disalib. Namun, atas izin dan kuasa Allah swt., nabi Isa a.s. pun diselamatkan oleh Allah swt.
 
Para pengikut Yahuda menyangka bahwa mereka sudah membunuh dan menyalib Nabi Isa a.s., akan tetapi yang sesungguhnya yang mereka bunuh dan salib adalah Yahuda sendiri yang telah berbuat khianat. Wajahnya diserupakan oleh Allah swt. sehingga sangat mirip dengan Nabi Isa a.s.
Adapun mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Isa a.s. diantaranya adalah:
  1. Menyembuhkan orang yang sudah buta dengan izin Allah swt.
  2. Menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin Allah swt.
  3. Membuat burung yang hidup dari tanah dengan izin Allah swt
  4. Menurunkan hidangan (makanan dan minuman) dari langit dengan izin Allah swt.

5. Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallama (saw.)

Nabi Muhammad saw. adalah anak dari seorang ayah yang bernama Abdullah bin Abdul Muthallib dan ibu yang bernama Aminah binti Wahab. Bertepatan pada tanggal 12 Rabi’ul Awal pada tahun Gajah. Beliau berasal dari salah satu suku terkenal yang terkenal di kota Makkah , yakni suku Quraisy.
Nabi Muhammad saw. dikenal oleh masyarakat dengan sosok yang jujur dan dapat dipercaya, dari sinilah kemudian beliau dijuluki sebagai al-Amiin. Pada umur 40 tahun, beliau diangkat menjadi seorang rasul.
Sebuah amanat untuk mengajak dan berdakwah pada umat manusia agar beriman, menyembah kepada Allah swt., dan meninggalkan sesembahan berhala yang mereka sembah.
 
Dalam al-Qur’an juga dijelaskan bahwa Nabi Muhammad saw. adalah nabi penutup atau nabi yang terakhir
مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٖ مِّن رِّجَالِكُمۡ وَلَٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّ‍ۧنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٗا ٤٠
Artinnya:
“Muhammad itu sekali – kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi, dan Allah-lah Dzat Yang Maha Mengetahui segala sesuatu (QS. al-Ahzab (33): 40
Dalam misinya sebagai nabi yang terakhir, nabi Muhammad saw., dibantu oleh istrinya yang bernama Khadijah beserta para sahabatnya seperti Abu Bakar as-Shiddiiq, Umar bin Khatthaab, ‘Utsman bin ‘Affaan, dan Ali bin Abi Thalib dan sahabat-sahabatnya yang lain.
Ketika berdakwah Nabi Muhammad saw. mendapatkan banyak ancaman dan tantangan keras dari kaumnya. Termasuk dari golongan sanak familinya, seperti Abu lahab, Abu Jahal, Abu Sufyan, beserta para pemimpin dan pemuka agama kaum Quraisy pada waktu itu.
Sekian tahun lamanya beliau dan para sahabatnya berdakwah dan menyebarkan ajaran tauhid kepada Allah swt. hanya sedikit yang mengikuti ajakan beliau, bahkan semakin banyak beliau banyak mendapat cacian, hinaan, bahkan sampai diancam untuk dibunuh.
Begitu banyaknya halangan dan rintangan yang dialami oleh Nabi Muhammad saw. dan para pengikutnya tidaklah menjadikan semangat dan tekad berdakwah beliau menjadi surut. Beliau tetaplah sabar, tabah dan tegar dalam menghadapi semuanya.
Hingga pada akhirnya Nabi Muhammad saw. atas perintah dan izin Allah swt. beliau berhijrah dari kota Makkah ke kota Madinah. Oleh kaum muslimin Madinah belliau disambut dengan sukacita.
Nabi Muhammad saw. pun senantiasa terus berjuang dan menyebarkan agama Islam bersama para sahabat-sahabatnya. Semangat untuk menyebarkan agama tauhid dan iman kepada Allah swt. tetap menjadi pondasi yang kokoh untuk berjuang hingga akhir hayat beliau. Hingga pada akhirnya beliau wafat pada umur (kurang lebih) 60 tahun di kota Madinah ini.
Mukjizat terbesar nabi Muhammad saw adalah al-Qur’an al-Kariim, yang mana di dalamnya terdapat wahyu Allah swt. yang berisikan berbagai macam ajakan, perintah, petunjuk, ancaman, larangan dan masih banyak hal lainnya, yang bisa digunakan manusia sebagai Kitab Petunjuk (al-Huda) bagi umat manusia hingga akhir zaman kelak.
Dengan al-Qur’an ini pula semakin bertambahlah jumlah manusia yang tersentuh dengan ajaran Allah swt, hingga akhirnya Islam bisa tersampaikan ke seluruh penjuru dunia.
Demikianlah penjelasan mengenai para rasul yang mempunyai gelar ulul ‘azmi. Mereka mempunyai suatu kelebihan dan diberikan berbagai macam mukjizat oleh Allah swt. dalam menghadapi kaumnya yang senantiasa berbuat buruk dan tercela kepada mereka para rasul ulul ‘azmi
Dengan mukjizat itulah menjadikan suatu pertanda akan kekuasan, kehebatan, keesaan, kekuatan, dan kasih sayang Allah swt. kepada kita semuanya, agar tidak hanya beriman saja melainkan juga patuh, tunduk dan taat pada segala peraturan-peraturan-Nya dan menjauhi segala macam larangan-larangan-Nya.
Wallaahu a’lam

JAWABLAH PERTANYAAN-PERTANYAAN DI BAWAH INI, LALU KERJAKAN DI BUKU LATIHAN, SETELAH SELESAI FOTO SELFI, HASILNYA  KIRIM KE NO WA UMMI YAA.


1. Siapakah nabi yang mendapat gelar ulul azmi ?
2. Sebutkan salah satu keteguhan dan kesabaran nabi Muhammad SAW !
3. Apakah alasan rasul mendapat gelar ulul azmi ?
4. Sebutkan rasul ulul azmi yang mendapat kitab !
5. Isi kandungan surat Al- ahqof ayat 35 menjelaskan tentang....

SELAMAT MENGERJAKAN

Jumat, 20 Maret 2020

MATERI AJAR

MATERI AJAR


Rabu, 18 Maret 2020

MATERI AJAR

 Hari/Tanggal : Kamis, 19 Maret 2020
 Pertemuan ke : 9 ( Kelas VI C dan D praktek, kelas G Teori )

Materi untuk kelas VI G tentang keteladanan wali songo, kelas VI C dan D tentang materi ujian praktek.. lihat di tulisan yg paling bawah

Catatan : Materi ini telah diajarkan di kelas IV namun materi ini kemungkinan keluar pada saat LUS atau UAS BN 2020 ( Pengayaaan materi yang keluar pada kisi-kisi soal LUS dan UASBN)
 
Kisah Keteladanan 9 Tokoh Walisongo
Penyebaran agama Islam di Indonesia tidak lepas dari peran para pendakwah. Terutama mereka yang berjuang berdakwah pada abad ke 14. Para pendakwah tersebut dikenal dengan sebutan Walisongo.
Sebutan walisongo diambil dari kata waliyullah artinya wakil Allah dan songo yang artinya sembilan.
Sehingga walisongo adalah sembilan wakil Allah yang memiliki peran untuk menyiarkan agama Islam.
Keseluruhan Walisongo tinggal di daerah Pulau Jawa. Sehingga adalah wajar bila penduduk Muslim terbesar di Indonesia ada di Pulau Jawa.

Setidaknya ada tiga tempat di Pulau Jawa yang merupakan tempat tinggal walisongo yang kesemuanya berada di Pantai utara Pulau Jawa, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Sebagaimana kaidah dalam Islam untuk tidak memaksakan agama, sehingga perlu teknik yang santun dan mudah dimengerti untuk bisa mendakwahkan Islam. 
Menariknya, kesembilan Walisongo memang punya ciri khasnya masing-masing untuk mendakwahkan agama Islam.
Sunan Ampel
Sunan Ampel memiliki nama asli yaitu Raden Rahmat. Sunan Ampel tidak berasal dari Jawa. Ia berasal dari sebuah negeri bernama Negeri Champa. Ia lahir pada tahun 1401 masehi. 78 tahun setelahnya yaitu pada tahun 1479, Raden Rahmat alias Sunan Ampel mendirikan Masjid Demak sebagai sarana untuk berdakwah. Kemudian ia juga membangun pusat pendidikan yaitu pesantren yang menjadi pusat pendidikan dan berpengaruh di dunia.

Sunan Gunung Jati
Sunan Gunung Jati yang bernama asli Syarif Hidayatullah menjadikan Kota Cirebon sebagai pusat dakwahnya. Sunan Gunung Jati adalah cucu raja Pajajaran prabu Siliwangi. Menurut sebuah pendapat, Sunan Gunung Jati dihormati oleh Kerajaan Demak dan Pajang. Beliau memiliki jasa yang amat besar dalam penyebaran Islam di Jawa Barat. Di Cirebon, Sunan Gunung Jati mendirikan Kasultanan Cirebon dan Banten serta pesantren Gunung Jati.

Sunan Gresik
Maulana Malik Ibrahim atau akrab disebut Sunan Gresik merupakan walisongo yang lahir ditempat yang sama sebagaimana lahirnya Sunan Ampel yaitu di Negeri Champa. Masyarakat Jawa biasa menyebut Sunan Gresik sebagai Asmaraqandi. Sunan Gresik merupakan walisongo yang dapat dikatakan senior. Karena Sunan Gresik merupakan orang pertama yang menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Desa yang menjadi tempat bernaung Sunan Gresik untuk berdakwah adalah daerah Laren. Selain itu, Sunan Gresik juga membuka toko di Desa Romo.

Sunan Kalijaga
Bernama asli Raden Said yang lahir diperkirakan pada tahun 1450. Ia adalah putra dari Adipati Tuban yaitu Tumenggung Wilatikta atau lebih dikenal dengan Raden Sahur. Sunan Kalijaga adalah Sunan yang paling merakyat tatkala menyebarkan agama Islam pada masyarakat Jawa. Sunan Bonang adalah guru dari Sunan Kalijaga. Pendekatan yang digunakan Sunan Kalijaga dalam mensyiarkan agama Islam adalah melalui kesenian dan kebudayaan. Beberapa kesenian yang menjadi warisan Sunan Kalijaga adala Wayang, Seni Ukir, Seni Tulis dan Gamelan. Mungkin kamu juga tidak asing dengan lagu Lir Ilir dan Gundul Pacul. Kedua lagu tersebut juga merupakan warisan Sunan Kalijaga. Dengan metode tersebut, beliau bisa menarik hati masyarakat.

Sunan Kudus
Sunan Kudus memiliki nama asli yaitu Jafar Sodiq. Ia merupakan anak dari Utsman Haji yang merupakan seorang pendakwah di daerah Jipang Panolan, Blora. Sunan Kudus memiliki keilmuan dalam agama Islam berupa ilmu fiqih, ushul fiqih, tauhid, hadist, dan logika. Gending maskumambang dan Mijil adalah sebuah cerita yang Ia buat untuk kepentingan dakwah. Beliau wafat pada tahun 1550 Masehi dan dimakamkan di pemakaman masjid Menara Kudus.

Sunan Muria
Lereng Gunung Muria adalah tempat kelahiran dari walisongo yang satu ini. Kata Muria pun diambil dari kata Gunung Muria yang terletak 18 kilometer dari utara Kota Kudus. Metode dakwah yang digunakan oleh Sunan Muria adalah penyebaran agama Islam dengan cara yang halus. Beliau amat senang berdakwah di tempat terpencil dan jauh dari ekosistem kota. Di tempat beliau berdakwah yaitu di sekitar Gunung Muria, karena daerah tersebut merupakan pegunungan maka Sunan Muria berinteraksi dengan masyarakat dengan mengajarkan cara bercocok tanam, berdagang serta melaut.

Sunan Drajat
Sunan Drajat merupakan salah satu anggota walisongo yang merupakan putra dari Sunan Ampel serta adik dari Sunan Bonang. Akrab disapa Raden Qasim, beliau belajar agama Islam melalui ayahnya di Pondok Pesantren yang berlokasi di daerah Ampel. Sunan Drajat terkenal akan jiwa sosialnya yang tinggi. Ini kemudian sejalan dengan tema-tema dakwah yang beliau bawakan yang mana terkait dengan gotong royong/saling membantu. Beliau sangat senang menolong orang, mengasihi anak yatim dan menyantuni fakir miskin. Hingga akhirnya beliau wafat pada tahun 16 Masehi dan dimakamkan di Pacitan.

Sunan Bonang
Sunan Bonang atau Raden Makhdum adalah putra dari Sunan Ampel. Beliau menempuh pendidikan agama Islam di Malaka tepat setelah ayahnya wafat. Usai menyelesaikan pendidikan, ia kembali ke Tuban dan akhirnya mendirikan pondok pesantren. Dakwahnya sarat akan kesenian yaitu kesenian sastra berbentuk suluk atau tembang tamsil. Tahu tembang tombo ati?
Itu juga merupakan hasil karya Sunan Bonang yang sampai saat ini akrab ditelinga masyarakat Indonesia.

Sunan Giri
Sunan Giri atau Raden Paku adalah putra dari Maulana Ishaq dan Nyi Sekardadu (putri Blambangan).
Dikisahkan dalam sejarah, ketika dilahirkan Sunan Giri yang saat itu masih bayi dihanyutkan di Selat Bali atas perintah kakeknya yaitu Raja Blambangan.Kemudian Sunan Giri yang masih bayi tersebut ditemukan oleh wanita dari Tuban bernama nyi Ageng Pinateh yang memiliki kapal saudagar. Ketika usianya memasuki remaja, ia belajar agama Islam di Pondok Pesantren milik Sunan Ampel.
Ikhtiarnya dalam menuntut ilmu terlihat dari prosesnya menuju pondok pesantren yaitu dengan berjalan kaki dari Tuban. Ia diberi nama Raden Paku karena Paku merupakan sebuah benda yang kuat. Sehingga harapannya bahwa Sunan Giri dapat menjadi tonggak agama Islam yang kuat di Jawa.
Sunan Giri kemudian menjadi tokoh yang sangat berpengaruh di Kesultanan Demak. Bahkan beliau sempat menjadi raja selama masa transisi sebelum akhirnya diserahkan kepada Raden Patah
Usai menunaikan pendidikannya, Sunan Giri mendirikan pesantren di daerah Giri, Tuban tempat ia dibesarkan. Kemudian ia wafat pada abad 16 Masehi dan dimakamkan di Gresik Jawa Timur.

Kesimpulan
Pada intinya peran para Walisongo memberikan ibroh pada umat Islam bahwa dalam berdakwah tidak boleh ada unsur paksaan. Berdakwah boleh dengan metode apa saja selama metode tersebut tidak mencederai akidah. Yang paling penting bahwa Islam tetap tersebar dan tetap menjadi agama rahmatan lil alaamiin. 

KERJAKAN SOAL DI BAWAH INI, SALIN SOAL PADA BUKU LATIHAN AGAMA!

( kirim foto saat mengerjakan latihan beserta jawabannya ya! umi mau ngambil nilai.. semangaaat ya! ) Yang belum kirim foto umi anggap belum mengerjakan latihan.
 
 1. Sebutkan nama-nama wali songo!
 2. Sebutkan ajaran Moh limo atau sunan Ampel!
 3. Bagaimana cara berdakmah sunan kalijaga?
 4. Sebutkan salah satu hasil peninggalan yang terkenal sunan kudus yang berupa bangunan!
 5. Hal apasajakah yang disampaikan sunan drajat dalam berdakwah?

SELAMAT MENGERJAKAN