Senin, 20 Januari 2020

MATERI AJAR

Meyakini Adanya Qada dan Qodar

Materi Ajar
Hari/ tanggal     : Senin, 20 Januari  2020
Pertemuan Ke   : 3, ( Kelas VI A, VI B Dan VI E  )

KD : Memahami hikmah beriman kepada qada dan qodar yang dapat membentuk akhlak yang mulia

A. Pengertian Qada dan Qadar 

1. Qada

Rukun iman keenam atau terakhir adalah percaya kepada qada' dan qadar.
Qada' adalah keputusan atau ketetapan terhadap suatu ketentuan yang telah
ditetapkan oleh Allah Swt. bagi makhluk-Nya. Qada' dan qadar tidak dapat diubah
dan tidak dapat ditunda atau dimundurkan. Dalam Q.S. al-hadid/57:22, Allah Swt menjelaskan berikut ini.

Artinya: ”Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu
sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfμz) sebelum Kami
mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.” (Q.S.
al-hadid/57:22)
Jadi, bencana apa pun yang terjadi di atas bumi ini tidak ada yang tahu. Begitu
juga kita tidak tahu kapan meninggal dunia atau kapan dunia ini kiamat.

Contoh-Contoh Qada
Sesuatu kejadian yang tidak dapat diubah atau tidak dapat ditunda merupakan
contoh qada. Contoh-contoh qada antara lain sebagai berikut.
1) Matahari terbit dari timur dan
tenggelam di barat.
2) Kematian pasti datang.
3) Bumi serta planet-planet lainnya
berputar sesuai porosnya.

2. Qadar

Istilah yang kedua dalam bahasan mengenai ketetapan yang Allah SWT berikan adalah qadar. Dapat diartikan bahwa qadar merupakan ukuran atau pertimbangan. Yang jika disimpulkan bahwa qadar adalah suatu ketetapan yang telah diciptakan berdasarkan oleh ukuran Allah SWT pada setiap diri manusia.

Jika qada berarti ketetapan atau aturan, qadar adalah ukuran. Namun istilah tersebut digunakan secara bersamaan untuk menggambarkan sebuah kepastian mengenai hukum dari Allah SWT.

Qada dan Qadar sangat identik dengan Islam. Namun ternyata Qada dan Qadar berlaku umum untuk seluruh manusia di bumi ini. Istilah qada dan qadar lebih sering didengar dengan istilah takdir. Yang dimaksud dengan pengertian qada dan qadar dalam keseharian tak lain adalah takdir itu sendiri.
Takdir menjadi satu yang mengikat pada kehidupan. Merupakan suatu ketetapan dan bergantung dengan kegiatan manusia itu sendiri. Hukum takdir akan berkesinambungan dan saling berpengaruh dengan hukum sebab akibat.
Meskipun semua telah ditetapkan oleh Allah SWT sebelum kelahiran, manusia menjadi penentu dalam kehidupan yang dijalaninya

Pembagian Takdir

1. Takdir Muallaq

Yaitu suatu ketetapan yang sebenarnya sudah ada sejak zaman Azali jauh di waktu lampau. Namun dalam kenyataan di kehidupan takdir ini dapat menyesuaikan dikarenakan oleh sebab perbuatan manusia itu sendiri. Hukum sebab akibat, tentang bagaimana keras manusia berdoa dan berusaha akan menentukan. Kegagalan menjadi tidak akan pernah terjadi jika manusia itu tekun dan bersungguh-sungguh dalam usaha dan berdoa.
Takdir muallaq ini dapat dicontohkan, kemiskinan yang tidak akan terjadi pada orang yang hemat dan rajin bekerja. Nilai jelek tidak didapatkan oleh siswa yang memperhatikan dan belajar dengan giat.

2. Takdir Mubram

Takdir mubram yaitu takdir yang merupakan suatu ketetapan dan menjadi kepastian tidak dapat ditawar, Banyak yang menyebutkan bahwa kematian, kelahiran, dan jodoh adalah bagian dari takdir mubram. Namun sebenarnya tidak hanya itu. Semua ketetapan pasti menjadi takdir mubram. Termasuk didalamnya adalah tentang kiamat, tentang siapa orang tua dan dimana dilahirkan.
Hal-hal semacam itu tidak akan pernah dapat dirubah oleh manusia. Bahkan dengan menggunakan kepintaran dan teknologi apapun. Ketetapan Allah SWT tersebut akan tetap terjadi.

Tujuan : siswa mampu memahami hikmah beriman kepada qada dan qodar yang dapat membentuk akhlak yang mulia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar