Jumat, 25 November 2011

MENSUKURI NIKMAT ALLAH SWT


Jika kita sadar akan kepemilikan dan kebesaran Allah serta keagungan karunia-Nya yang telah kita rasakan, tanpa karunia dari-Nya kita tidak akan hadir di muka bumi ini dan tidak akan merasakan betapa indahnya kehidupan ini. Oleh karenanya, sebagai rasa syukur, kita harus selalu menampakannya dalam setiap sikap dan ucapan kita, seperti yang tergambar pada sosok hamba paripurna, Nabi Muhammad, dalam doanya rosul selalu memohon
"Ya Allah, apapun kenikmatan yang ada padaku pada pagi ini, atau ada pada siapu pun di antara manusia, maka itu semua berasal dari-Mu semata, tiada sekutu bagi-Mu. Maka hanya bagi-Mu lah segala pujian dan segala kesyukuran"
"Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku (Pencipta, Pemilik dan Pengaturku), tiada sesembahah yang berhak disembah selain Engkau. Engkaulah yang menciptakanku, dan akupun menjadi budak-Mu, dan aku tetap berpegang teguh kepada janji-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang telah aku lakukan; aku mengakui semua karunia-Mu kepadaku, dan aku mengakui pula dosa-dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa selain Engkau". 
 Anak-anakku sekalian, Do`a dan dzikir yang selalu beliau ucapkan itu, menunjukkan betapa tingginya kesadaran Rasulullah akan kebesaran dan keagungan Allah atas dirinya dan atas alam semesta ini (kedua do’a ini selalu rasul lantunkan setiap pagi dan sore. Itulah pribadi rosulullah yg agung yng harus kita contoh.
Anak-anakku sekalian, namun Sebaliknya, ketika kita tidak sadar akan kepemilikan Allah atas alam semesta dan diri kita, maka lahir sikap dan sifat yang sangat tercela, kita sombong, kita angkuh dan kufur.inilah penyakit-penyakit sosial yang sangat berbahaya yg harus kita hindari. 
Anak-anakku sekalian, Lihatlah sosok manusia angkuh nan sombong yang diabadikan kisahnya oleh Allah di dalam al-Qur'an untuk dijadikan sebagai `ibroh dan pelajaran. Dialah Fir`aun yang memproklamirkan diri sebagai tuhan dan memaksa rakyatnya agar menyembah kepadanya. Dia tidak sadar, bahwa dirinya adalah milik dan ciptaan Allah yang sangat terbatas dan lemah, yg tidak dapat menghindarkan dirinya dari kematian! Ia buat atauran-aturan, lalu ia paksa manusia yang tidak berdaya untuk mematuhinya, termasuk keharusan menyembah dan mengagung-agungkan dirinya. Dan jika mereka tidak mau tunduk, maka pedang terhunus selalu siap memenggal leher kepalanya.
Anak-anaku sekalian Sesungguhnya banyak sekali manusia, kecuali orang yang dilindungi Allah, yang tidak menyadari kenyataan ini, berjalan di permukaan bumi tidak merasa dimiliki Allah, tidak sadar bahwa Allah mengetahui dan melihat seluruh apa yang ia lakukan, dan akan membalasnya nanti di akhirat. Akibat-nya, ia diperbudak oleh hawa nafsu, senang melakukan kemaksiatan dan perbuatan dosa, senang meninggalkan shalat, enggan bertobat dan berbuat kebajikan.
Untuk itu, kita harus sadar Sesungguhnya jasad kita amatlah rapuh bila dibandingkan dengan makhluk lainnya. Keistemewaan kita dari makhluk yang lain hanyah terletak pada akal kita. Akal kita pun sangat terbatas kemampuannya bila dibandingkan dengan kekuasaan Allah.  oleh karena itu, gunakanlah akal dan segala nikmat yg telah allah anugerahkan kepada kita dengan sebaik-baiknya. coba lihat dan jadikan orang tua dan guru-guru kita sebagai contoh, untuk mendapatkan kesuksesan yg sekarang telah mereka raih itu, bukan hanya dengan perjuangan yang mudah, manis pahit dan getirnya kehidupan telah mereka rasakan, berbagai rintangan dan cobaan hidup telah mereka rasakan dan mereka hadapi. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kalian semua semangat dalam mempersiapkan diri untuk kesuksesan dimasa depan, buatlah orang tua, guru dan sekolah bangga terhadap kalian, jadikan tetesan air matanya sebagai air mata kebahagiaan bukan air mata kesedihan.

                                                                                               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar